0

Tentang Waktu

Lalu, kenapakah kau selalu mengeluh, jika sepanjang waktu dalam hidupmu pada hakikatnya adalah menunggu??

San, kau terlahir sempurna. Berpapasan dengan celupan keindahan surga. Mata yang tajam dan senyum yang manis. Kau yang penuh nuansa , adalah sinar bagi mereka yang kekeringan rasa.

Namun tak ada yang benar-benar manis dalam hidup ini. San, kau menunggu di dalam hening hatimu. Kau tak pernah berkata apapun pada mereka, kau tak pernah tunjukkan keluhanmu, tapi kau kesakitan. Aku tahu itu.

San, kau memahami dengan diam, bahwa waktu adalah bagian dari jawaban. Sehingga kau tuliskan kala itu, di antara batas pergantian, bahwa kau tak lagi membenci waktu. Kau melukis kisahmu, saat rinai hujanpun harus kau tunggu.

*bersambung

Iklan