0

Setelah Hari Ini

Time goes too fast, sometimes it flies. Satu pekan, satu bulan, satu tahun dan dua tahun. Selama itu Tuhan memberi waktu, selama itu pula banyak hal terjadi. Setelah hari ini,adalah permulaan bulan suci. Setelah hari ini, hari-hari akan menjadi lebih baik, berlipatgandanya hasil kebaikan. Setelah hari ini, kuputuskan untuk menuntut diriku sendiri, kenapa sering dihadapanNya aku menjadi tidak sungguh-sungguh?

Waktu telah berlalu selama sepuluh bulan duapuluhsembilan hari dan akan berlalu menjadi sebelas bulan setelah saat malam nanti, tapi tak banyak yang berubah selain bahwa usia menua seiring berlalunya hari. Dan pada bulan baru yang-betapa bersykurnya- masih bisa kusambut di tahun ini, misi-misi yang dulu pernah kubangun rapi, tak banyak kuadaptasi lagi kini. Dulu, adalah kebaikan kolektif yang membersamai hingga segalanya berlalu dengan mudah. Namun zaman mengalami perbedaan, biarkan kemudian kebaikan itu tetap ada dengan cara yang berbeda.

Ramadhan ini luar biasa, kenaikan harga barang, penangkapan Ikhwan di Mesir, demonstrasi di Turki, gempa di Aceh dan cuaca panas di negara empat musim. Dunia berdinamika. Dan jika dinamika dalam duniaku adalah yang lain dari dunia manusia di sekitarku,maka pada titik itulah aku selalu berdoa pada Tuhan untuk selalu ditetapkan dalam kebaikan dan iman kepadaNya.

Bagaimanapun hidup berjalan, setelah hari ini, Ia datang dengan cinta.
Akan kusambut dengan cinta.
Selamat datang cinta…
Marhaban Ya Ramadhan

Whatever tomorrow wants from me
at least i’m here, at least i’m free
Free to choose to see the signs
This in My Line

-Where we drew the line, Poets of The Fall-