0

Pada Ibu

Pada ibu pemberani,
Kami belajar melihat dengan hati
Bahwa gunung, tanah dan pohon seharusnya dicintai
Bukan dihabisi untuk sebuah ambisi

Pada ibu yang tak pernah lelah,
Kami malu atas segala keluh kesah
Yang tertuang dalam hari-hari tak bernilai ibadah
Padahal kami tidak hidup dengan menggali tanah

Pada ibu yang tak sekolah tinggi,
Kami tersadar bahwa perlawanan bukan hanya milik mereka yang bersekolah
Sebab keberanian tak melihat latar belakang
Dia ada, karena alam dan jalanan yang mendidiknya

Ibu, betapa banyak teori yang kami terima tentang Tuhan, alam dan tanggung jawab peradaban
Ternyata tak membuat kami seberani ibu
Menentang manusia-manusia yang berdiri di balik keputusan
Menepis diamnya pemberitaan
Melawan ancaman pabrik-pabrik keserakahan
Yang akan berdiri di atas tanah ibu

Ibu bekata, semua demi anak dan cucu
Ibu berdiri, duduk dan berbaring, dengan kaki terpasung
Dan telah lama, tidur melepas rasa nyaman

Sudah cukup rasanya kami membusung dada, merasa tahu segalanya
dan tak berbuat apa-apa
Pada ibu, kami telah cukup mengerti
Menyudahi setiap cengkraman ketakutan
Sebab hidup adalah keberanian mengenggam apa yang kita maknai

Ibu Rembang

But i won’t cry for yesterday
There’s an ordinary world, somehow i have to find
And as i try make my way to the ordinary world
I will learn to survive
(Ordinary Word by Duran Duran)

*Dipersembahkan untuk sembilan ibu petani Kendeng, Rembang dalam usahanya menolak pembangunan pabrik semen di kaki Gunung Kendeng, Rembang. Semoga Allah selalu melindungi….