0

The matters you have, is about preshing your feeling

Ada berbagai permasalahn yang timbul saat kita berinteraksi dengan sesama manusia. Tapi jika mau dilihat lebih jeli lagi, semuanya kembali pada prinsip awal keberadaan banyak manusia di bumi ini, perbedaan. Anyway, walaupun perbedaan menjadi hal pokok, tapi pada kenyataannya masih banyak yang memperbincangkannya, hingga pada ranah yang menurut saya kurang penting, mempertanyakan lagi penting atau tidaknya perbedaan dan bukan bagaimana proses menikmati perbedaan itu sendiri.
Coba mari lihat ketiga analogi tentang kebersamaan ini. Pertama, ketika air sungai bertemu dengan air sungai dengan air sungai akan menghasilkan air sungai yang lebih besar. Kedua, air laut bertemu angin, akan menjadi badai yang besar dan menakutkan. Dan yang ketiga, Arus laut dingin bertemu denga arus laut panas akan mengasilkan sumber daya laut yang hebat seperti di woroshimo. Ketiga analogi tersebut memberi kita gambaran mengenai kebersamaan yang didasari oleh ketiga hal yang berbeda. Pertama, dari analogi air sungai yang bertemu air sungai yang lain, menunjukkan kebersamaan yang didasari oleh kesamaan. Analogi kedua yang diceritakan dengan air laut yang bertemu angin akan membuat badai yang dahsyat menunjukkan bahwa sebenarnya kebersamaan bisa saja dilandasi oleh perbedaan. Dan analogi ketiga, saat arus laut dingin dan air laut panas bertemu, justru menghasilkan sesuatu yang hebat adalah analogi bahwa kebersamaan bisa terjadi karena adanya keseimbangan.
Mencoba melihat dari analogi yang kesemuanya diwakili unsur air tersebut, kini kita mungkin tersadarkan bahwa memang kebersamaan bisa didasari oleh hal-hal yang sifatnya berbeda,. Maka kemudian, jika perbedaan kini kita maknai hanya sebatas tekstual saja, memang akan banyak pertanyaan dan perdebatan yang akan terjadi. Dan seringkali semuanya akan habis hanya samapai pada persoalan pentingkah perbedaan tanpa ada alternatif nyata menyikapi perbedaan.
Sebelum kita mencari formulasi menyikapi perbedaan, maka sebenarnya kita perlu menyadari dulu, bahwa adanya kebersamaan, termasuk yang disebabkan oleh perbedaan, adalah satu hajat yang bila kita penuhi maka bertambah berkahlah ia. Kebersamaan berdasarkan apapun seharnya membuat kebaikan menjadi tergandakan. Maka dari sini, kita perlu memahami juga bahwa seharusnya, perbedaan pun juga mampu mengkapitalisasi kebaikan.
Diantara kisah kebersamaan antara umat manusia yang paling indah adalah kisah para sahabat, dimana kisah perbedaannya, kesamaannya dan keseimbangannya membuat dinamisasi peristiwa di kala itu menjadi teladan kebaikan tersendiri bagi umat ini. Adalah Umar, dengan perangai yang kasar dan keras, mampu bersanding dengan Ustman yang lembut dan pemalu. Adalah Ali yang cerdas namun miskin, ternyata perjodohannya secara lansung diatur oleh Allah dengan gadis yang juga cerdas dan berhati lapang bernama Fatimah. Dan adalah Abu Bakar dengan Bilal, sosok manusia dengan status sosial yang berbeda ternyata kebersamaannya menunjukkan keseimbangan berinteraksi begitu indah.
Kita tak pernah tahu, bagaimana Allah menciptakan barokah diantara kebersamaan-kebersamaan kita dengan manusia. Namun yang jelas, perbedaan seringkali menjadi masalah yang besar kala manusia tak tahu tujuannya dan menuruti egoimenya sendiri. So, oftenly, we can say The Matters you have is about preshing your feeling. Dan sebagai penutup, firman Allah menjadi peneguh hati-hati kita yang seringkali egois.
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesunggunya orang yang paling mulia di antara amu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S Al Hujurat 13)

Al Khansa, 13 April 2011
23.14
Saat merasa betapa perbedaan begitu menyakitkan
Wallahualam

Iklan