2

Saat Kita Bersedih

Suatu saat dalam sejarah cerita kita, tentu saja selain senyuman, kita mengalami berbagai macam tangisan. Namun seringkali semuanya tetap saja berlalu dengan membahagiakan bagi kita. Membahagiakan jika kita bersama. Karena selalu ada tawa dan keceriaan sekalipun dalam tangis, jika kita bersama. Mungkin inilah yang disebut dengan nikmat dari tuhan.

Kini, kudapati ada kesedihan yang menyeruak masing-masing dari kita. Bukanlah kesediahan kolektif karena kita beramanah, tapi kesedihan pribadi. Kudapati masing-masing dari kita ternyata menyimpan setumpuk masalah yang berbeda. Yang kemudian bimbang dengan pilihan hidupnya, yang sedang diliputi kegagalan dalam trealisasi mimpi-mimpinya, yang menghadapi kesulitan menyelesaikan amanah utama kedua orang tuanya, yang akan menapaki fase penting dalam hidupnya untuk menyempurnakan fitrahnya namun terombang-ambing dalam keputusan yang tidak pasti, dan yang menghadapi masalah pada fase yang lebih tinggi dalam kehidupan rumah tangga. Semuanya sempurna bukan main-main. Semuanya adalah ujian pada titik dimana dibutuhkan ketahanann yang luar biasa dalam menghadapinya.

Kawan, kita telah sama-sama tahu, bahwa hidup pada haekatnya adalah menunggu. Mungkin kita terlupa, tapi kita jelas tahu, bahwa hidup menyediakan ketidakpastian besar bagi kita. Kita tahu sekaligus tak tahu, badai macam apa yang akan menimpa kita nanti. Kita tahu sekaligus tak tahu, pertolongan apa yang kemudian nanti akan kita dapat. Kita hanya tau pasti tentang janji suci Ilahi, bahwa bersama kesulitan, akan ada dua kemudahan. Dua bukan satu!

Kawan, mari kita ingat, tak setiap detik dalam waktu kita adalah ujian ksedihan, bahakan seringkali kita menerima kebahagiaan. Maka, jika kesedihan itu kemudian datang, berarti mungkinlah Allah hendak mengangkat derajat kita. Melewati berbagai ujian ini, dan jikalau telah lulus, kita akan naik tingkat bukan??? Ah,,,kita harus banyak berhusnudzon pada Yang Memberi Ujian, sebab Ia pula yang akan menolong kita melewati ini.

Disaat malam-malam yang kupenuhi dengan tangis kesedihan, ternyata pagi harinya kutemukan senyuman yang membahagiakan, sekalipun aku tahu, bahwa di malam harinya kalian pun juga menangis. Untuk ini kuingata kembali satu ayat yang disampaikan berulang-ulang, “Maka nikmat Tuhan yang manakaha yang kau dustakan?”

Hingga kemudian, seorang dari kita mengirim sebuah kalimat bijak, :

“Kita, selalu berusaha menyembunyikan masalah-masalah kita masing-masing. Tapi sadarkah, di belakang kita, tanpa kata, saudara-saudara kita pasti tau walaupun hanya lewat tatap mata. Dan mereka akan berusaha membantu menyelesaikan dengan caranya yang unik. Itulah pola yang kulakukan, yang kaulakukan, yang kita lakukan. Uhibbu ki fillah Ya ukhti….”

Ah,,,sepertinya tak bisa kulanjut lagi. Karena kata-kataku terlalu kosong. Karena rasanya tiba-tiba hati ini mendung.
Pada akhirnya, akan selalu kuingat dalam hidupku, bahwa satu saat kita pernah bersedih. Dan saat kita bersedih, kita tahu bagaimana caranya untuk saling mendukung.

Terima kasih Allah, telah memberikan mereka.
Sekalipun yang kita lakukan mungkin lebih banyak bicara yang tak berguna, tapi tujuan kami bersama adalah karenaMu dan RasulMu, semoga…….

Tribute to all my best best best friends..
Esp, Hayu, Pipit, Elin, Savira, Hani
Kusebut nama kalian di tengadah tanganku
Semoga Allah menyangi kalian selalu, memberikan kebaikan bagi seluruh urusan kalian, membersamai mimpi-mimpi kalian, dan mengistiqomahkan kalian di jalanNya…..

27.01.12
Saat kita sedih, kita pun tau bagaimana cara tersenyum:)

0

Bagaimanakah lagi jika tidak ada lagi rasa aman untuk perempuan

Judul ini, tulisan ini, kali ini ku tulis dengan rasa nyilu yang luar biasa. Nyilu di hati hingga berbuah ketakutan dan air mata. Tentang Jakarta, ibu kota negara kita tercinta, tentang hati manusia, tentang perempuan dan tentang cita-cita. Semuanya tiba-tiba bercampur menjadi satu di kepala, dan -entah kenapa- juga membuahkan butiran air mata.

Malam ini, ku sempatkan untuk melihat kabar Indonesia dengan lebih cermat dari biasanya. Dan begitulah, yang ku hadapi headline media-media di Indonesia tengah membahas mengenai dua peristiwa yang terjadi di Jakarta, pertama adalah kecelakaan yang menewaskan 9 orang sekaligus, dan kedua adalah kasus pemerkosaan perempuan di dalam angkutan umum. Dua-duanya, membuat saya nelangsa, sempurna!!!

Terlebih setelah mengcopas status dari teman yang juga mencopas status mili Leny Meylani berikut :

becarefull buat temen2ku yang suka lembur n plg malem yaa.. *makin banyak orang yang gak warass..jaman sekarang* Hati2 sama supir angkot M16, adikku hampir dibawa kabur/diculik tadi! Untungnya الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن ada pengendara motor yg nyelametin. Kejadiannya jam 8 malem. Mulai dari Kalibata sampai daerah Manggarai.Warning buat semuanya… hati2 utk naik angkutan umum!!! Kronologis : adik gw (icha) naik angkot M16 dari pasar minggu, saat itu ði angkot ada penumpang bapak2 1 orang dan ibu2 3org. sebelum lampu merah kalibata 3 org ibu2 itu turun semua. Icha tinggal berdua ði belakang, tiba2 si angkot ngerubah rute waktu icha tanya dia blg beli bensin dulu karena bensinya Uϑªh mαΰ habis. Sesudah itu icha mulai panik dan minta untuk turun, tapi pintu belakang malah ditutup dengan alasan ada polisi(krn dia tdk ikut rute) icha langsung teriak2 minta turun tapi dipegang sama bapak2 penumpang itu! Terus icha berontak dan teriak2 Ъќ>:/ berhenti! Nah ada pengendara motor (sukur ya اَللّهُ ) yg melihat icha teriak2 dan berontak. Dia tabrak mobil angkot itu dan suruh berhenti, tp angkot malah makin ngebut! Kejar2an sampe matraman dari pancoran akhirnya si pengendara motor menyalip dan melempar kaca depan dengan helm nya! Akhirnya berhenti angkotnya dan الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن icha bisa selamat!!! 😥 .”

Miris!! Beginikah manusia begitu tidak punya hati?? Beginikah ketika manusia begitu memperturutkan birahi?? Dan bukankah yang seperti itu bukan manusia namanay?? Bahkan, setahuku dalam setiap pelajaran saya mengenai binatang, tak satupun yang ku temui binatang yang mencoba memperkosa binatang lain.

Tak selesai disitu. ketika yang bersangkutan mecoba melaporkan ke polisi, ternyata masih ada lagi kasus lain yang begitu menyayat hati. Seorang permpuan berjilbab, dipukul kepalanya oleh supir angkot hingga pingsan, dan saat sadar, ia telah menemui dirinya berada di pinggir rel kereta api dengan kondisi yang mengenaskan.

Cerita lain tentang Jakarta adalah kecelakanaan yang merenggut nyawa sembilan orang sekaligus. Keempat diantaranya adalah satu keluarga. Meninggalnya mereka jelas takdir bahwa waktu untuk ada di dunia ini memang telah habis. Tapi yang juga membuat miris sempurna adalah kecelakaan ini teerjadi akibat sebuah mobil xenia dikendarai dengan kecepatan 100 km/jam oleh sopir perempuan yang baru selesai melakukan pesta minuman keras dan narkoba. Kali ini, untuk pihak penabrak, aku jengkel luar biasa. Apalagi ketika tahu tidak adanya rasa penyesalan saat diliput media. Aku kira, siapapun yang menyaksikan juga pasti akan jengkel.

Kembali lagi pada kasus Icha di atas, kemudian pikiranku benar-benar terusik. Saya adalah pengguna jasa angkutan umum. Dan aku terbiasa melakukan segala sesuatu secara mandiri atau boleh dibilang, sendiri (selama aku bisa melakukannya). Namun apa yang dialami Icha, membuat satu pukulan tersendiri untuk saya, tentang rasa takut.

Kubangun mimpi-mimpiku di Jakarta, sehingga beberapa hari lagi akan terwujud. Tapi kini tiba-tiba kupikirkan kembali semuaya. Bilamanakah akan kutemukan cinta, di kota yang bahkan mulai kehilangan cintanya?? kenapa Jakarta amat kejam?? Kubayangkan diriku pada posisi yang dialami Icha, mataku sudah mengalirkan air mata dengan sendirinya. Itu baru membayangkan. Dan aku tak membayangkan jika memang benar terjadi. Mungkin butuh kekuatan yang tinggi untuk kembali menata hidup.

Gelisah rasanya dada ini jika memikirkan bagaimanakah lagi jika tidak ada lagi rasa aman untuk perempuan?? Akankah hidup kita seperti perempuan di masa Taliban menguasai Afghanistan??Kala itu, perempuan benar-benar terkekang untuk hanya sekedar beraktivitas di pasar ataupun pekarangan rumah. Lalu aku juga berpikir, harus bagaimana lagikah orang tua yang mempunyai anak perempuan??

Yang kutahu, memanglah lebih baik tinggal di dalam rumah. Tinggal di dalam rumah yang kemudian kuartikan sendiri sebagai konsep hidup mengabdi kepada illahi, di dalam sebuah rumah yang suci. Ini pun kemudian tak menghalangi hak perempuan untuk juga beraktivitas di luar. Asal segala yang dilakukan memang diniatkan semata-mata untuk beribadah.

Ini bukan soal perempuan saja. Tapi tentang hati manusia, yang ternyata juga semakin lama pada diri manusia semakin hilang unsur kesuciannya. Tentang cita-cita pula, yang mungkin tak akan bisa terwujud jika ketakutan ternyata selalu bersemayam di dalam jiwa.

Maka malam ini, aku tafakuri kembali rencana-rencana hidup ini.

Semoga segera kutemukan keberanian lagi, dan segera, tentang kehendak Tuhan terhadapku.

24.01.12
23.39,selasa
malam ini, sempurna!!
Kombinasi berita menyayat hati dan kabar tentang dilema cita-cita

Allah, mohon keberanian…..

2

#Sisterhood Travelling Plan : House of Sampoerna

Setelah lebih dari empat tahun berada di Surabaya, ternyata saya bisa dibilang belum tahu apa-apa tentang kota Surabaya terutama tentang sejahranya. Padahal Surabaya terkenal sebagai kota Pahlawan yang hal itu menunjukkan kalo sejarah kita tak bisa dilepaskan dari keberadaan kota Surabaya. Akhirnya tanggal 12 Januari 2012 kemaren, kita rencanakan untuk ikutan tur sejarah Surabaya yang diadakan oleh House of Sampoerna Surabaya.

No More Talking, let’s cekidot laaaa…

Itu tadi beberapa gambar yang diambil di sepanjang jalan track kita juga beberapa yang ada di dalam museum House of Sampoerna. Tapi sebenarnya siapa sih pendiri Sampoerna itu. Mungkin gambar berikut ini akan menunjukkan bagaimana rupa pak Sampoerna ini

Selain dari itu, saat track tengah berlangsung, kita benar-benar dipandu oleh guide yang menerangkan berbagai sejarah dan latar belakang jalan-jalan yang dilalui. Absolutely, increasing the knowledge.

Pelajaran terakhir yang kita ambil pula dari travelling kali ini adalahsesuatu yang sedikit “politis” hehe 🙂
Begitu sadarnya pihak Sampoerna tentang Heritage and Culture, kemudian membuat kami menengok sebuah kantor pemerintahan yang baru saja kami kunjungi. Hello state, how are you???

0

SisTerHooD TraVeLLinG Plan… (disadur dari sebuah judul film dengan sedikit perubahan yang agak maksa^^)

enjoy the life!!!
Anugrah Allah ternyata sampai dengan usia menginjak 20 (ke atas tepatnya), masih dikaruniakan kesehatan fisik yang memungkinkan saya bisa berkeliling ke tempat-tempat yang belum pernah kukunjungi. Pengalaman itu, akan membuahkan ruang tersendiri untuk menyimpan kenangan-kenagannya. Takut jikalau tidak cukup, maka kubagi disini saja momen-momen itu.

Just enjoy it

^^
DU on the dynamize area

0

Sertakan selalu syukur dalam setiap aktivitasmu

Today is ahad day, most people think nothing special. Kecuali saudara-saudara kita etnis tionghoa yang akan merayakan tahun baru imlek esok harinya. But i wanna change this paradigm, everything is special!! Ayuk ah, kita coba.

Hari ini, seharian di rumah, kerja sosial bernama “input data”, hehehe (maaf untuk yang memberi tugas ya). Moga bisa menjadi penambah amalan akhirat :). Tiba-tiba mendapat sms daris eorang teman baik, Zahra namanya, tinggal di Depok, pulang ke Surabaya karena neneknya yang juga baik meninggal dunia. Semoga amal ibdahnya diterima oleh Allah swt.

Maka agenda hari ini tiba-tiba berjudul, Ahad Silaturrahim. Zahra ini kebetulan ayahnya staf mensos, jadi di rumahnya tadi ada karangan bunga duka cita dari mensos kita, bapak Salim Segaf. Selesai dari sana beranjak ke rumah Yusifa, kawan dekat yang baru saja melahirkan putra pertamanya. Fatih Faisal Faruk namanya, cakep gak ketulungan. Semoga menjadi pembuka barokah bagi keluarganya dan menjadi pembeda diantara umat nantinya,amin (itu arti namanya, subhanallah kan).

Ditutup dengan bertandang ke kos Elin dan Pipit. Ada suami Pipit kebetulan di kosan. Maka malam ini, kamui ditraktir capjay. Ah…berkah silaturrahim, semoga.

Ada banyak hal sederhana yang bermakna. Nothing special mungkin iya, biasa saja. Tapi jika itu kemudian disertai dengan rasa syukur, ada bahagia tersisa di tuang jiwa. (puitis banget khann)

Ada banyak hal mungkin tak sesuai dengan kehendak kita. Bisa jadi karena kitra kurang berusaha. Namun jika tekat itu kemudian terhalang oleh tembok besar, tak ada juga alasan untuk tak bersyukur atas tiap detik yang masih kita gunakan untuk bernafas dengan sehat.

Pada akhirnya banyak pelajaran sederhana dari sedikit pelajarab itu tadi. Sertakan syukur di setiap aktivitas, maka hidup akan terasa lebih lapang.

So just to be nothing to loose
Dieu, laissez-moi essayer à nouveau….

Belajar lagi ikhlas,sabar syukur
malam hari ditemani playlist west pop feat west rock
(ini masalah selera^^)
22.01.12. 23.51

0

Film Review: Harmony, Perempuan dalam Penjara

Sesekali mungkin, untuk merefresh agenda blog, akan saya tulis review film yang amat berkesan untuk saya. Kini dari tulisan-tulisan sastra renungan menjadi tulisan resensi film untuk perenungan. Yah, tagalinenya tetap sama, RENUNGAN. Sebagaimana tujuan disini, supaya di masa yang akan datang tetap dapat dibaca sebagai bahan renungan.

Review film kedua setelah Beautiful Mind di blog ini saya ambil dari film produksi negeri ginseng berjudul Harmony. Tiba-tiba saya merasa bahasa saya disini terlalu serius untuk tulisan tentang film. Entahlah, film ini benar-benar membawa perasaan saya. Sebab ada yg berkata, kenapa perempuan menyukai film salah satunya adalah karena perempuan cenderung mengandaikan dirinya ada di dalam film tersebut. Dan bagi saya, film ini memberikan kesan tersendiri tentang cerita perempuan di balik tahanan. Sejujurnya, aneh jika perempuan yang menontonnya tak berlinang airmata :).

Harmony menceritakan tentang bagaimana perempuan-perempuan hidup di dalam tahanan wanita Korea. Yang perlu ditekankan adalah, (bersyukur) film ini tidak menunjukkan bentuk-bentuk kekerasan. Walau tidak representatif, saya mendukungnya bukan karena saya tidak suka kekerasan, tapi lebih kepada penekanannya adalah pada perihal batiniah masing-masing tokoh. (agak bingung ya bahasanya^^)

Diawali dari tokoh bernama Jong Hyeo yang ditahan pada kondisi hamil dan melahirkan saat menjadi tahanan. Ihwal dia masuk penjara adalah pembelaan dirinya atas kekerasan fisik yang dilakukan suaminya sehingga menyebabkan suaminya terbunuh. Hingga setahun berikutnya, buah hatinya yang dalam film ini diperankan oleh adek cowok yang imut dan lucu, besar dan memberikan harmony tersendiri bagi keberadaan penjara wanita yang tentunya dihantui hari-hari penuh kebosanan.

Cerita kemudian berkembang menjadi cerita tentang anggota dari salah satu kamar di penjara tersebut. Ada profesor musik yang paling tua disitu,masuk penjara karena membunuh suami dan selingkuhannya yang juga teman baiknya sendiri. Ada juga yang terlibat hutang piutang dan yang terakhir adalah seorang gadis muda yang mengalami kekerasan seksual oleh ayah tirinya hingga perlawanannya menyebabkan kematian ayah tirinya tersebut.

Cerita kemudian berkembang menjadi adegan-adegan penuh haru dimana Jong Hyeo berusaha membuat suasana baru bagi penjara wanita tersebut dengan membentuk kelompok paduan suara. Misinya sederhana, ia coba melembutkan hati mereka yang sekian lama ada di penjara dilanda kebosanan. Dan memang adalah sifat dasar perempuan untuk menjadi lembut.

Adegan paling mengharukan bagi saya di film ini antara lain ketika Jong Hyeo harus merelakan anakanya diadopsi oleh orang lain, saat kemudian anak dan ibu saling bertemu setelah empat tahun si anak selalu menolak kunjungan ibunya, anak serta menantu yang berpelukan setelah sekian lamanya anak kandungnya bahkan tak mau menjawab telepon ibunya, dan diakhiri dengan adegan yang mengahrukan pula ketika salah satu dari mereka harus menjalani eksekusi.

Bagi saya, film ini memberikan gambaran sendiri terlebih tentang wanita dan hukum. Hukum kadang terlalu tak adil memposisikan wanita. Ah..ini mungkin bentuk justifikasi yang tak adil juga dari saya. Tapi yang jelas, dari setiap kepedihan yang menyayat jiwanya, perempuan ternyata punya supply kekuatan yang terbatas. Kekuatan ini langsung diberikan tuhan melalui banyak hal seperti anak, cinta seorang ibu, ataupun keluarga. Ini pula yang kemudian saya temukan dari kisah perempuan dalam penjara lain bernama Zainab Al Ghazali.

Ah…menulisnya kembali, mata saya sekan berkaca-kaca lagi. Membayangkan kembali.

Maka, semoga Tuhan juga merahmati, para perempuan-perempuan yang kini terdekam dalam penjara.

A.K.21.01.12
Jadi kuatlah dinar….karena cinta