0

Prinsip

Dulu aku mengira, satu-satunya hal yang membentuk karakter manusia adalah prinsip hidup yang dianutnya. Prinsip,kupikir kala itu adalah batasan yang tak bisa dilewati dan ia bersifat tetap. Tapi manusia berkembang. Karakter manusia berkembang, dan terkadang prinsip juga berkembang.

Dulu dia adalah orang yang keras, tapi setelah menikah,dia jadi seseorang yang lembut. Dulu dia adalah seseorang yang egois, tapi karena dia pernah merasa kehilangan orang tua, dia menjadi seseorang yang lebih pedulu. Dulu dia adalah seseorang yang ambisius, tapi kegagalan berulang-ulang menjadiakannya seseorang yang sabar menetapi cita-citanya.

Pada akhirnya, prinsip tidak lagi menjadi sesuatu yang tetap, terkadang ia berkembang mengikuti tuntutan zaman.

Prinsip kata Plato adalah ide. Prinsip kata Aristoteles adalah ilmu pengetahuan dan kebebesan. Prinsip kata Machiaveli adalah kekuasaan. Prinsip berkembang. Namun kata Muhammad Salallahu’alaihiwassallam, prinsip adalah Islam, hingga akhir zaman.

Prinsip hidup yang benar menuntun ke jalan yang benar. Itulah yang terjadi di zaman Muhammad. Mereka mampu hidup dengan benar, mampu meraih cita-citanya dengan benar, karena mereka punya akidah yang benar. Akidah Islam ini, kau terima saat lahir, kau anut saat kau hidup, dan mudah-mudahan kau bawa hingga mati.

Would you know my name
If I saw you in heaven
Will it be the same
If I saw you in heaven
I must be strong, and carry on
Cause I know I don’t belong
Here in heaven

-Tears of Heaven, Eric Clapton-

Dia,adalah perempuan yang mencari kata untuk dirinya
Semoga umurmu diberkahi dinar,,
14.06.13

Iklan
2

Dream,Love,Parents

Where’s my mother’s open arms
Where’s my father lionheart
-Poets of The Fall-

Sekaranga aku mulai percaya, cinta dan mimpi,tak pernah jauh dari kata “orang tua”. Kenapa baru sekarang? Karena baru sekarang aku lebih banyak membaca dan menemui, bahwa orang besar di bumi ini, orang yang banyak dicinta di semesta ini, adalah mereka yang tak pernah sedikitpun menafikkan peran orang tua dalam hidupnya.

Iqbal, yang lahir dengan nama Sir Muhammad Iqbal itu beruntung, ia tetap ditemani orang tuanya hingga berumur 57 tahun. Penyair dan pemikir besar Pakistan ini terdidik dari seorang ayah yang Soleh dan seorang kakek yang pemuka agama. Gagasan-gagasan syairnya adalah kasih sayang dan cinta dari orang tua dan untuk negerinya.

Hitler punya nama besar, tapi ia tek pernah benar-benar dicinta oleh umat manusia. Trauma masa kecil akan orang tuanya bisa jadi itulah yang menjadikannya seorang diktator yang bagaimanapun memanifestasikan dendamnya pada ras ayahnya. Dia, adalah anak yang putus asa terhadap orang tuanya.

Muhammad,adalah seorang anak yang tak pernah beruntung melihat kedua orang tuanya. Namun ia tumbuh dengan kasih sayang kakek dan pamannya. Yang beliau ajarkan juga, menjadi Yatim Piatu, tak menjadikan alasan seseorang untuk hidup kehampaan dan keputusasaan.

Hidup kita, mungkin adalah hidup kita. Mimpi kita mungkin adalah mimpi kita. Tapi Tuhan yang menciptakan kita melalui orang tua, bahkan tak mengijinkan kita untuk sendirian. Tuhan selalu melibatkan orang tua, Tuhan selalu melibatkan orang-orang yang berjasa bagi hidup kita. Begitulah kata Nabi dalam sabdanya, “Ridho Allah, ada pada ridho orang tua”. Dan seperti apapun orang tua kita.

Cinta dan mimpi, orang tualah awalnya, maka libatkan mereka selalu di dalamnya.

Inspired By Official Music Video
“Hall of Fame’
By The Script ft Will i am