0

Monolog Air Hujan ; Ujung Kegelisahan

Pagi apakah yang kau harapkan dari jarak yang semakin menganga? Itulah cerita yang mengalir, cerita yg selalu terjadi oleh sebab kehendakNya. Cerita kita tak pernah berawal ataupun berakhir. Maka di dunia semacam inilah, kita hanya punya jarak untuk diceritakan. Hingga pada suatu masa nanti kita akan menyadari,sebagaimana spasi, dari jarak yang kita hadirkan itulah, kumpulan makna telah tercipta.

Kita tak bersama, adalah kalimat sederhana yang juga banyak dialami jutaan manusia di dunia. Namun rangkaian rasa yang mendalam, seringkali tersimpan dari kesederhanaan. Maka, jangan tanyakan lagi bagimana kegelisahan pun muncul seiring keterpisahan tanpa kata yang memilih kita sebagai takdirnya. Rindu-rindu yang berat hanyalah sedikit perasa dari sebuah pertanyaan, kemanakah kegelisahan ini akan bermuara.

Awan dan laut tak pernah bertemu, maka begitulah tetesan air hujan datang, bermonolog di musim dingin yang sendiri. Air hujan adalah sebuah makna indah dari perpisahan. Dan walau tak semua mampu memakna dengan indah, tetap saja hadirnya selalu diingat.

Jarak, telah mencipta air hujan. Begitu pulalah jarak ukiran-ukiran huruf indah, yang tak akan mampu kita mengerti maksud di dalamnya jika tak ada jeda, tak ada jarak di antaranya. Maka bukankah dengan jarak kita mampu bergerak? Bukankah tersebab ruang, kita mampu menyayang, dan bukankah gelisah inilah yang membuat kita kemudian memilah??

Pada akhirnya, jangan tanyakan lagi ke manakah kegelisahan ini akan bermuara. Sebab kegelisahan tak berujung, sebagaimana air hujan. Ia akan berulang dan hadir mengingatkan kita tentang jarak, dan membuat kita membaca makna. Tak perlu kita cari ke mana arah kegelisahan akan melangkah, sebab kita hanya perlu membawanya ke atas. Dan jawaban, terkadang hadir seperti air hujan bagi para petani, seperti air hujan di sebuah negeri yang kekeringan.

Kita melangkah pada jalan yang telah terbentang
Masing-masing
Kelak kita akan tersenyum
Pada takdir yang telah membawa air hujan

hand reaching out towards the rain

thx to Dee, Azhar

Iklan
0

Tokyo Tower ; A Story of Okan and I, and Sometimes Oton

Sesederhana apapun cerita bersama ibu, tetaplah akan menjadi kenangan yang mengharukan. Begitulah Lily Franky, seorang aktor dan penulis Jepang bernama asli Nakagawa Masaya menuliskan kisahnya dalam waktu yang ia habiskan bersama ibunya, dan terkadang ayahnya. Dalam sebuah novel autobiografi yang dijadikan drama dengan judul yang sama, Tokyo Tower : Mom and Me, and Sometimes Dad. Tak ada yang tahu kemudian, bahwa cerita sederhana ini menjadi kisah yang paling banyak dibaca di negara asalnya.

Ma-kun, adalah panggilan kecil Okan (ibu) terhadap Masaya Nakagawa yang membuat malu Masaya saat ia telah beranjak menjadi lelaki dewasa. Okan adalah figur ibu yang luar biasa kuat. Semenjak perceraiannya dengan Oton (ayah Masaya) ia hidup berdua dengan Ma-kun, menjadi ayah sekaligus ibu Ma-kun, menyiapkan segala kebutuhan Ma-kun termasuk mencari nafkah untuk meghidupi hari-hari mereka yang dalam dramanya digambarkan dengan penuh keceriaan. Ma-kun, adalah anak yang mendapat banyak luapan cinta dari ibunya.

Tokyo Tower adalah kisah pergulatan kehidupan seorang laki-laki muda yang untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Tokyo, kota paling sibuk di Jepang, dan mendapati betapa menakjubkannya Menara Tokyo yang tinggi menjulang di pusat kota Tokyo. Segalanya terlihat besar, berisik dan kacau dalam pandangan Ma-kun yang tumbuh penuh curahan kasih sayang ibu. Itulah saat dimana ia mengalami titik balik. Untuk merasakan cinta, kebebasan, bahaya, kesedihan, keputusa-asaan sebelum akhirnya kembali ke jalan yang membawanya pada hidup yang penuh dengan harapan. Bersama Okan dan saat-saat sederhana yang hangat bersama teman-temannya, menemukan kembali makna hidup yang penuh kekuatan.

Oton hadir dalam saat-saat tersulit Ma-kun merancang kembali kehidupannya yang sempat berantakan. Disitu pulalah diceritakan, bahwa percerian antara Okan dan Oton, tak lantas membuat hubungan keduanya memburuk. Otonlah yang dengan setiap menunggui saat Okan sakit. Otonlah yang menunjukkan pada Ma-kun bentuk dunia yang sebenarnya, dan manakah yang sebaiknya ia pilih. Hadirnya ayah, walau terkadang, adalah saat paling mencerahkan.

Cerita yang sederhana, terkadang jauh lebih bermakna bagi penyimaknya.

I’ll write my story with mom and dad in the progress feature
Because all my write is just an “etalase”
I love you with all my pray, all i can do

Terlepas dr bagaimanapun sejarahnya,
Selamat Hari Ibu,
Dan bagi Ayah yang baik hati 🙂

Tokyo_Tower

Even as i cry with a smile on my sweaty face
No one realize it
That’s why i don’t know when you cry

Conntinuously, my heart was lighted up
The warm incandescene is the testament of your tender love

The mild sunrays shiine on our backs as we talked
Someday, this day will come
surely, i believe so

The fading, blossoming buds are waiting for me too, this year
The dancing flower petals in the wind falling al over my palm
Fell onto your shoulder
Remembering you laughing as the petals fell

The buds of our dreams buried in the gap of buildings, will grow one day
And the flowers will blossom. Our dreams do not select where to blossom

The silhouttes falling onto the streets, searching for the light
Even the time where the silhouettes overlapped
Surely, the day where we overcome will come
On the windless railway road, the blue sky in May in stood in solitude and lonelinnes
The still clouds floated aimlessly
All around they can’t go back anymore
“just like me”, whispered the wind as my tears trickled down

On the verge of withering, one of the petals,
Clenched in my fists, gave me silent encouragements, like what you always do
I still can’t grasp the dreams i painted with you
Standing by my side
Searching for the warm-heartening, smiling bud

(translation of Tsubhomi, by Kabukuro, ost.Tokyo Tower)

0

Tuhan Maha Tahu, Tapi Dia Menunggu

Ivan Dimitrich Aksionov adalah seorang saudagar muda yang punya kehidupan nyaris sempurna di Kota Vladimir. Ia tampan, ceria dan memiliki istri yang setia. Sebuah perjalanan kemudian mengubah hidupnya hingga akhir hayatnya. Dalam perjalanan menuju pasar malam, ia dituduh membunuh oleh sebab yang tak ia ketahui namun dapat dibuktikan. Di dalam kopernya, tersimpan pisau berlumur darah yang diduga sebagai alat untuk membunuh. Kehidupan pahit yang harus dialami Aksionov berikutnya adalah putusan untuk menghukumnya selama dua puluh enam tahun. Saat permohonannya pada Tsar untuk melindungi orang yang tak bersalah binasa ditolak dan istrinya pun mencurigainya, ia pun berkata “Tampaknya hanya Tuhan saja yang tahu kebenaran ini, hanya kepada-Nya kita berdoa dan minta ampun. Aksionov, dijatuhi hukuman cambuk dan dikirim ke pertambangan. Selama dua puluh enam tahun sisa hidupnya, ia habiskan dengan menjadi pekerja paksa di Siberia untuk sebuah kejahatan, yang tak pernah ia lakukan.
(Tuhan Maha Tahu Tapi Dia Menunggu__Leo Tolstoy)

Disini, di tempatku berdiri,di tanah tempatku pernah dilahirkan, ada kejahatan yang dianggap lebih berat daripada beratnya kejahatan menurut hukum Tuhan. Berjudi, berzina, membunuh, kau tidak lebih hina daripada mengambil sesuatu yang bukan milikmu dalam jumlah besar bahkan walaupun kau tak tahu jika kau mengambilnya. Bahwa itu adalah kejahatan, aku pun menyetujuinya. Bahwa pelakunya haruslah dihukum, aku pun mendukungnya. Tapi di tempatku berpijak, hukum tak pernah benar-benar mampu berdiri.

Di tempatku mencari secercah pelita pagi ini, seseorang bisa dihukum bertahun-tahun dan didenda berjuta-juta hanya karena dianggap menyimpan ketidakjujuran yang asalanya dari sesuatu yang memang belum dialami dan sangat pribadi sifatnya, kau bisa dihukum hanya karena kau pernah dengan polosnya bertemankan kriminal. Maka bagiku, diantara para bedebah yang tinggal bermukim disini, yang paling bedebah adalah mereka yang hidup di alam hukum namun mengkhianati hukum, mereka yang memberitakan tapi berkhianat pada pemberitaan. Kalian itulah, yang hidup dengan kepala mendongak ke surga dan kaki menggantung di neraka. Kalian, bentuk lain dari kejahatan. Aku pun menyadari, bahwa aku tak sempurna dan bahkan tak berhak untuk berkata dan melakukan kritik seperti ini. Karena, aku bisa jadi lebih buruk dari yang tersebut itu. Namun, kenyataan bahwa betapa menggelikannya untuk hidup dan berdiri disini adalah sesuatu yang terkadang tak dapat kutahan sendiri. Sebab, yang kulakukan hanyalah berdoa dan menulis, maka pada Tuhan aku berharap, semoga tak ada lagi Aksionov-Aksionov berikutnya, semoga datang keputusanmu untuk Aksionov-Aksionov di tanah ini.

Pada setiap hal yang terjadi dengan tak seharusnya, Tuhan Maha Tau Tapi Dia Menunggu.

botlr

Just a castaway,An island lost at sea
Another Lonely Day
With no one here but me
More Loneliness than any man could bear
Rescue me before i fall into despair
i’ll send my sos to the world
(Message In The Bottle_ The Police ft Sting)

God come down to us
Ray of eternal light
The vengeance of the heaven on you
The vengeance of the heaven will fall, anathema
(Judgment Day_Lee Jung Hyun ft Joo Won)

101213
It wasn’t because of Hari HAM Internasional

0

Bulan Tertutup Ilalang

Kutulis ini, untuk rasa terima kasihku pada RW, atas pilihannya untuk tetap bertahan hidup, atas keberaniannya untuk bersuara menentang kejahatan yang menimpanya dan atas ketegarannya, di saat di luar sana, manusia terlalu banyak membicarakannya.

Sembilan tahun yang lalu, aku pernah sepertimu RW, mencintai proses kreativitas, menyukai proses berbudaya, bergelut dengan naskah, latihan dan lakon. Aku menghargainya hingga sekarang, bahwa aku pernah belajar, bagaimana cara manusia-manusia seni itu bersembunyi dari kehidupan. Pemikiran ini kusimpan bertahun-tahun, hingga kasusmu pada akhirnya terungkap di permukaan berita, aku semakin meyakininya.

Bulan Tertusuk Ilalang, adalah satu-satunya pementasan yang kubenci kala itu, hingga saat ini. Yang diceritakan saat itu, sedikit berbeda dengan apa yang disampaikan Garin Nugroho. Mungkin mengambil sebagiannya atau entahlah. Pada banyak hal, aku pun sepertimu, memendamnya. Termasuk kebencianku pada naskah ini. Dulu, beruntung, aku tak ambil bagian dalam memainkannya. Ceritanya pun sederhana, namun aku membencinya.

Bulan dan Ilalang adalah kekasih. Cinta mereka tak diterima orang tua Bulan. Aku tidak mengerti, cinta macam apa yang dimiliki Ilalang, namun ia mengambil cara paling kotor untuk bisa bersama Bulan. Kau, mengalami apa yang dialami Bulan. Dan seketika itu pula, cinta tak pernah mengambil bagiannya. Yang dirasakan Bulan selanjutnya, adalah luka dan trauma.

Hai RW, sejujurnya kutulis ini dengan sedikit mengalirnya air mata.Sedikit, karena kutahan. Sedikit karena, airmatamu pasti jauh lebih banyak mengalir. Sedikit, karena kau berhak untuk menangis sekencang-kencangnya. Aku bukanlah orang yang mengenalmu, bahkan tak tahu siapa nama lengkapmu. Aku hanya tahu, bahwa kau mengalami salah satu kejahatan kemanusiaan, yang olehku, oleh kita para perempuan, menjadi kejahatan paling tak manusiawi yang pernah ada di muka bumi, di usiamu yang tak jauh dari usiaku. Kejahatan yang dialami juga oleh ratusan perempuan Cechnya, ratusan perempuan Bosnia dan Palestina di zaman satelit telah mampu dikirim ke luar bumi. Tahukah kau RW, mereka nun jauh disana itu, adalah perempuan-perempuan yang tak dapat bersuara atas kejahatan yang menimpanya dan hidup di atas mimbar trauma. Maka, padamu aku berterima kasih, di atas rasa malu yang mungkin menjadi belenggumu, kau masih mampu berjuang, untuk bersuara, untuk membuat pelaku bertanggung jawab atas prbuatannya.

Apa yang menimpamu, aku tahu bagaimana rasanya meskipun kau berhak untuk menentangnya dan mengatakan bahwa aku tak tahu sama sekali. Tapi membayang saja aku tak sanggup, jika berada di posisimu. Kubaca dalam headline-headline dari media-media yang tidak menyudutkanmu, aku juga tahu, bahwa kau pernah berusaha meminum racun, melompat dari tempat yang tinggi dan upaya lain untuk mengakhiri hidupmu. Maka, aku berterima kasih padamu, untuk tetap bertahan hidup, untuk tetap berkeinginan melanjutkan hidup.

Betapa berat trauma yang kau hadapi, bahwa aku perempuan sepertimu, aku pun mengerti. Atas kebingungan, kecanggungan, tekanan, kemarahan, sakit hati, terima kasih telah mampu melewati itu semua hingga saat ini. Doaku, agar Tuhan karuniakan kekuatan untuk hari ini, esok hari dan seterusnya. Sebab, atas keputusanmu ini, mudah-mudahan terungkap apa yang tidak terlihat, kejahatan serupa pada perempuan-perempuan lain.

Selanjutnya, selain terima kasihku, aku hanya bisa mendoakanmu dari jauh, bahkan tanpa tahu namamu. Bahwa keputusanmu adalah benar, aku ingin berkata itu sambil menepuk pundakmu. Dan pada suatu saat kau jengah terhadap makhluk kecil yang mengingatkanmu pada trauma itu, maka mengingat bahwa ia juga mampu mengantarmu ke hadapan pintu surga juga adalah pilihan paling mulia yang bisa kau ambil. Tuhan, dan orang-orang baik, insyaAllah bersamamu.

Pada bulan yang tertutup oleh ilalang, sebab malam ada keberadaanmu.
Maka tetaplah disana, walupun ilalang menutupimu.

n-ilalang

(Turn around) Every now and then
I get a little bit lonely
(Turn around) Every now and then
I get a little bit tired Of listening to the sound of my tears
(Turn around) Every now and then
I get a little bit nervous That the best of all the years have gone by
-Total Eclipse Of The Heart by Bonnie Tyler-
041213