0

Once Again, One More Time

It’s okay to be lost in the beginning
Let’s start once again once again (Naruto beginning song)

Sekalinya berbicara seperti ini, ternyata saya sedang tak berada di tempat ujian ataupun tempat wawancara. Once again…once again….saya teriakkan dalam hati justru ketika sedang berada di kantor pemerintahan milik negara, daerah, ataupun lembaga akademik. Semuanya, walaupun bukan tempat yang menyeramkan, tapi adalah tempat yang cukup memberikan tekanan.

Indonesia, tak perlu kita tanyakan bukan bagaimana ia menjadi negara yang seringkali tak memberikan kemudahan bagi masyarakatnya. Nyatanya, seringkali saat kita menggunakan fasilitas milik negara,,,kita justru dipersulit di dalamnya dengan segala aturannya.

Ah…entahlah….
Seharian berkutat di kepolisian dan berbagai dinas, tak membuat saya berpikir yang lebih baik tentang pemimpin saat ini…

Once again,,,one more time,,,,
You can be change

within Taiyou No Uta by Kaoru Amane

0

Jangan Tanyakan Bagaimana Perasaanku Padanya

Berapa kali dalam hidup ini kita harus menghadapi sesuatu yang tidak kita suka? Berapa kali dalam hidup ini kita merasa tidak mempunyai pilihan lain selain menerima apa yang bukan kehendak kita? Dan berapa kali dalam hidup ini kita merasa kita adalah yang paling mnderita karenanya.

Pada awalnya hanya satu dan sederhana, mendapatkan yang bukan keinginan kita. Namun kemudian terus berlanjut karena keterlibatan perasaan di dalamnya. Bukan keinginan kita tadinya adalah anti tesis dari sebuah keinginan. Tapi “tidak suka” adalah perasaan, dan menderita adalah juga perasaan. Semuanya kemudian berubah menjadi perasaan.

Padahal jawaban dari sebuah prtanyaan ” Berapa Kali” bisa jadi adalah ratusan kali, ribuan kali atau banyak kali, jika sekian waktu kita hanya memberikan perhatian pada saat kita menderita. Dan kemudian disini, aku mulai belajar kembali, bahwa hidup bukan semata-mata tentang perasaan.Dan bahwa cinta dan benci, terkadang juga perlu dikesampingkan untuk tetap bertahan.

Seseorang di bulan Juni pernah berkata padaku, jawaban atas keadaan seperti itu adalah dengan meningkatkan nilai kegunaan subyektif, mendapatkan sebanyak mungkin alasan untuk melakukan dan menyelesaikannya walaupun terkadang akan sangat pragmatis. Aku menerimanya sebagai salah satu jalan untuk berdamai dengan hati.

Aku menyimpan kehendak tak sampai itu di dalam lubuk hatiku yang paling dalam kemudian menguncinya rapat smapai suatu saat aku mampu membukanya kembali. Dan ini bukan berarti aku tak bersyukur walaupun juga belum dikatakan bersyukur. Karena bagiku, syukur sendiri adalah sebuah proses.

Dan untuk mereka, cita-cita, studi, target, jangan tanyakan bagaimana perasaanku padanya. Karena aku memutuskan untuk tak melibatkan perasaan di dalamnya.

Selasa.030712
Pertama kali aku mencoba menulis tidak bersama “Senyum”
Di sebuah pojok sepi penuh dengan polusi
With “I Love U Oh Thank You” by MC Mong