0

Kain Pel dan Gagangnya

Pagi hari kemarin lusa, seperti biasa,anak-anak di Maryam&Isa bermain di playground. Kali ini saya mengamati dari kejauhan. Beberapa anak usia 2-3 tahun terlihat serius membahas sesuatu. Rupanya di pojokan mereka menemukan kain pel dan sapu. Saat mencoba memainkannya, tiba-tiba kain pel terlepas dari gagangnya. Dari jauh, mereka terlihat sangat kebingungan dan serius mencari cara untuk menyelesaikan permasalahan yang dialaminya itu. Setelah saya sedikit mendekat, belum selesai dengan urusan kain pel dan gagangnya itu, ternyata perhatian mereka sudah teralih pada kadal yang bersembunyi di balik batu.

Anak-anak barangkali adalah manusia yang paling bersungguh-sungguh melakukan apa yang diinginkannya. Dalam rentang fokus yang paling singkat, dan dengan cara yang kadang tak terbayangkan. Lucu memang, bagi kita,orang dewasa melihatnya. Kita bisa tersenyum bahkan tertawa lepas hanya dengan menyaksikannya dari jauh.

Masalah sesungguhnya bisa jadi seperti itu. Seberapapun membingungkan persoalan kain pel yang copot dari gagangnya, kita tetap tak menganggap itu masalah berat. Sebab kita telah dengan mudah memahami cara mengatasinya, dipasang kembali atau beli lagi.

Kesungguhan dan kebingungan kita mengatasi persoalan yang berat bagi kita barangkali tak ubahnya seperti hal sederhana yang hanya dapat ditertawakan oleh orang lain. Itu tentu saja, karena apa yang mereka alami jauh lebih tak terbayangkan beratnya.
Bukan soal perbandingan lah yang dimaksud di sini. Manusia memang diberikan sesuatu sesuai kapasitasnya. Namun seperti apa sikap untuk menghadapi, adalah yang menjawab seberapa dewasanya kita.

Tidak perlu meratapi diri seakan-akan hanya kita yang memiliki persoalan berat. Segala yag diberi nafas di bumi ini pun, menghadapi persoalannya sendiri. Kita hanya harus terus mencari jawaban. Dan mencari jawaban memang tidak mudah, tidak semudah ketika hanya bertanya. Kita perlu belajar, kita perlu bertanya dan kita perlu melihat lebih dekat.

Atau kita mau seperti anak-anak? Belum selesai perkara kain pel dan gagangnya, telah beralih pada kadal yang bersembunyi.

Tapi itu hanya anak-anak

Kita, orang dewasa

Iklan