Surabaya, Mengasah Kepekaan yang Menyakitkan

Suatu hari dalam sejarah amal, kami menopang satu beban sejarah. Tentang rasa mengerti, pemakluman, pemahaman dan keihklasan dalam setiap kekecewaan. Ada satu cerita tentang hati, yang bila disuguhkan mungkin akan menjadi kenangan yang berarti. Cerita tentang bagaimana menjadi jiwa yang kuat menembus pekat, cerita tentang tekad yang tak pernah padam, cerita tentang senyuman di awal kekecewaan, dan semuanya menjadi satu fase tarbiyah menyejarah.

Kala itu, pernah kami datang pada satu tempat bernama Surabaya. Untuk mimpi-mimpi besar, sebuah konfidensi untuk mendidik umat ini yang brujung pada cita besar tentang sebuah kata bernama “madani”. Namun konfidensi itu tak lahir sendirinya, jalannya pun terlalu berkelok, terlalu terjal dan terkadang membuat siapa yang melewatinya terjungkal. Hingga pada akhirnya kami bertemu kata konflik-pemahaman dan sakit.

Disetiap jalan itu, kami buktikan cinta Ilahi. Bahwa setiap keraguan pasti akan menemukan jawabannya. meskipun sakit. Dan memang surabaya, menjadi tempat yang tepat, untuk mengasah kepekaan yang menyakitkan.

Semoga Gusti Allah mengijabahi mimpi-mimpi ini.

Bismillah

AK.30.10.10 18.41

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s