“Menyambut Perubahan yang Lebih Baik Dengan Pemerintahan Baru”

Konferensi Mahasiswa Muslim Indonesia
Jakarta, 15-16 Juni 2009

Sebentar lagi, bangsa ini akan menghadapi detik-detik yang menentukan siapa pemimpin bangsa ini. Pemimpin yang nantinya jelas menjadi nahkoda perjalanan bangsa ini selama lima tahun ke depan dan yang akan menggoreskan sebuah catatan bagi perjalanan panjang bangsa Indonesia. Dan saat-saat itu berada di depan mata. Maka, adalah sebuah keniscayaan jika kita para mahasiswa ikut berperan sesuai kapasitasnya dalam menyongsong perubahan bangsa yang lebih baik.
Apa dan siapa nantinya yang akan duduk memimpin, ialah bukan kapasitas kita di sini sebagai seorang pelajar. Namun bagaimana nantinya kepemimpinan akan membawa perubahan yang jauh lebih baik bagi bangsa ini, akan menjadi sebuah jalan pergerakan pemikiran para pemuda. Dan inilah yang telah dilakukan oleh rekan-rekan mahasiswa kita dari Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDKI). Menyadari bahwa bagaiamanapun juga umat Islam menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sejarakh panjang bangsa ini, menyadari bahwa FSLDKI menjadi perwakilan mahasiswa muslim di seluruh Indonesia, maka terumuslah suatu konsep untuk memberikan sikap pada momen-momen pemilihan presiden kali ini. Inilah yang melahirkan adanya agenda Konferensi Mahasiswa Muslim Indonesia (KMMI) yang telah terlaksana di Universitas Indonesia pada tanggal 15-16 Juni 2009 dan diikuti oleh delegasi mahasiswa dari Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dari seluruh Indonesia.
Acara yang dilaksanakan di balai sidang Djoko Soetono Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini, mempunyai dua jenis acara yang dilakukan selama dua hari. Hari pertama merupakan rangkaian acara seminar yang dilakukan untuk memancing pengetahuan mahasiswa mengenai bidang yang akan menjadi pembahasan dalam sidang rekomendasi komisi meliputi bidang politik dan hukum, bidang ekonomi, serta bidang sosial,budaya dan agama. Dibuka oleh ketua FSLDKI, Dani Setiawan, ketua SALAM UI, Akhmat Setiabudi nantinya diharapkan dari pembicara-pembicara seminar yang berkompeten pada bidangnya masing-masing, peserta mulai secara jelas melihat permasalahan bangsa ini dan mampu merumuskan rekomendasi bagi calon-calon pemimpin bangsa ini.
Seminar pertama bertema Peran umat Islam dalam Perjalanan Panjang Bangsa Indonesia dimoderatori oleh Mulya Fitra Hutama,mahasiswa FH UI yang juga sekaligus Ketua Departemen Kajian Strategis SALAM UI dengan pembicaranya ialah sejarawan senior yang seringkali kita lihat dalam berbagai acara dialog sejarah di televisi, Anhar Gonggong. Di awal pembicaraannya, Anhar mengatakan bahwa walaupun umat Islam secara berjumlah mayoritas namun secara politik menjadi minoritas di negeri ini. Hal ini dapat dilihat dari hasil-hasil pemilu dari dulu hingga saat ini. Tokoh-tokoh Islam belum pernah menjadi pemenang pemilu dan justru kalangan nasionalislah yang unggul. Padahal secara perjuangan, tokoh-tokoh Islam tidak dapat diabaikan peranannya.
Lebih lanjut lagi, apakah umat Islam mampu menjadi tuan di negerinya sendiri, Anhar Gonggong mengatakan bahwa hal itu tergantung pada umat Islam sendiri bagaimana menafsirkannya. Energi umat Islam sudah terlalu banyak terbuang oleh permasalahan persatuan. Persoalan besar umat Islam ialah mereka tidak pernah menyatukan kekuatannya. Setelah melalui diskusi dengan beberapa mahasiswa, Anhar merekomendasikan pada mahasiswa muslim untuk menyusun kembali strategi-strateginya untuk menyatukan kekuatan dalam mencapai visi besarnya.
Seminar kedua berjudul Permasalahan Terkini Umat Islam dan Peran Pemerintah membahas tentang permasalahan tiap bidang dengan pembicara yang berkompeten di bidangnya. Dimoderatori oleh Jundurrahman, mahasiswa Psikologi yang juga Staf Departemen Kajian Strategis SALAM UI, acar a ini mendatangkan pembicara antara lain Guru Besar Fakultas Hukum UI yang saat ini menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza mahendra untuk bidang Politik dan Hukum, Budayawan senior Ridwan Saidi untuk bidang Sosial,Budaya dan agama, Bambang Sutrisno untuk bidang ekonomi serta Ketua SALAM UI, Akhmat Setiabudi yang berbicara dalam sudut pandang sebagai mahasiswa.
Masing-masing pembicara menjabarkan tentang permasalahan umat Islam dalam sudut pandang ilmu yang dikuasainya. Ridwan Saidi misalnya, ketika dalam diskusi dengan mahasiswa, beliau mengatakan bahwa musuh yang dihadapi umat Islam saat ini ialah ideologi noeliberalisme yang mulai masuk ke dalam bangsa ini. Sedangkan Yusril Ihza Mahendra yang pernah belajar di negeri para mullah, Pakistan ini mengatakan bahwa Politik Islam sering lemah karena sering kalah dengan politik bukan Islam, contohnya ada fitnah-fitnah yang dilakukan oleh lawan Islam. Pda bidang ekonomi, Bambang Sutrisno yang merupakan praktisi ekonomi syariah ini lebih sering menjelaskan bagaimana ekonomi berbasis syariah mampu menjadi solusi bagi bangsa ini.
Pada akhirnya, setelah melalui sidang di tiap komisi dan sidang pleno presidium di hari kedua dirumuskanlah draft rekomendasi bagi tiga pasangan capres-cawapres Indonesia. Diantara perwakilan tiga pasangan tersebut, hanya tim sukses dari pasangan Megawati-Prabowolah yang tidak hadir. Rekomendasi yang terbagi dala tiga bidang tersebut antara lain :
Bidang Politik dan Hukum :
1. Penegakkan UU Pornografi
2. Mendesak pemerintah untuk segera menegakkan UU halal haram
3. Segera sahkan RUU Tipikor dan mempercepat penyelesaian kasus-kasus korupsi
4. Penegakkan kedaulatan negara atas sumber daya yang ada di Indonesia.
5. Berantas mafia peradilan.
6. Perkuat wibawa bangsa di mata dunia internasional.
Bidang Sosial, Budaya dan Keagamaan
1. Tingkatkan kualitas pendidikan Indonesia dalam aspek moralitas dan intelektual.
2. Realisasikan anggaran pendidikan sebesar 20% di luar gaji guru.
3. Wujudkan pelayanan dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat tanpa adanya diskriminasi.
4. Tegas dan konsisten dalam menjalankan kebijakan-kebijakan ynag berkaitan dengan agama.
5. Lindungi dan lestarikan budaya bangsa yang bernilai positif dalam rangka memperkuat jati diri bangsa.
Bidang Ekonomi :
1. Tingkatkan produktifitas petani dan nelayan.
2. Transparasikan proses alokasi dana.
3. Optimalkan peran ekonomi syariah dalam proses pembangunan ekonomi nasional.
4. Bangun sistem dan institusi zakat dan wakaf yang kokoh sebagai bagian yang integral dari sistem fiskal nasional.
5. Optimalkan pembinaan dan pengelolaan UKMKM.
6. Mekanisme pasar dan intervensi pemerintah yang seimbang.
7. Pertegas siakp pemerintah dalam menghadapi campur tangan asing terhadap perekonomian nasional.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s