just_dinar

Biarkan kekuatan tumbuh kaRna CinTa

Arsip Penulis

King of Jazz in My Heart : Dave Koz

Kalo ada hal paling menarik yang mampu membuat pikiran kita terbawa suasananya,memuji proses rakitannya, buat saya itu pastilah itu musik. So, this is it, sekali-kali mau ngomongin musik ah di blog. Refresh sekaligus recharge energi baru. And kalo ditanya, what kind of music do you like most?? Definitely saya jawab, It’s Jazz. Trus, kalo ada lagi peetanyaan lanjutan, siapa tokoh jazz yang kamu suka?? saya jawab pasti, Dave Koz is the King of Jazz in My Heart.

Sebenarnya belom lama juga saya suka musik jazz ini. Inget dah waktu itu tahun 2007 ada temen tanya musik apa yang kamu suka, saya jawab sekenanya musik yang menurut saya bagus. Karena saya ini asli penikmat musik. Not professional musician but professional listener maybe (asli mengada-ada ini). Kembali lagi ke Jazz, awal kecintaan saya ke musik Jazz tersebab oleh orang yang saya sebut King of Jazz ini, Dave Koz. Someday, saya denger lagunya dia yang Together Again, lagu ini mengena banget buat saya. And then mulai searchinglah saya tentang musik-musiknya dia, ketemu deh, dan sebagian saya ternyata sudah sering denger suara khas saxophonenya. Dimana??di Mall ato di toko buku Gramed.

Jazz membawa saya pada ruang lain dalam menikmati musik. Not just a music, tapi musik yang cerdas. Instrumennya itu bukan semabarangan kan, mulai dari hembusan saxophone, dentingan keybordnya, bahkan gesekan violinnya. Dan menurut saya, Dev Koz memberi satu suasana baru yang ceria terhadap musik jazz. Tapi kalo udah disuruh milih anatara Dave Kozz sama Kenny G, saya bingung, dua2nya berkapasitas. Cuma pilihan hati lebih ke Mr.Koz (apaan sih)

Well, masih ada batasan dalam ngefans. Saya bukan orang yang ngefans buta lalu mengejar sampai mana dia berada, gak ada modal sih, hehe. Bukan begitu aja sih, cuma capek aja kalo ngefans yang terlalu segitunya. Tentang Mr.Koz sendiri saya tak tahu banyak tentangnya. Yang saya tahu beliau ini dulu pemain band di kampusnya University of California Los Angeles (UCLA). Setelah lulus, baru memutuskan untuk jadi professional musician.

Hasil browsing di wikipedia, untuk data pribadi aja, inilah single sama album Mr.koz
Tahun Singel Posisi chart[4]

Tahun Detail album Posisi puncak
Hot 200
[3] Jazz
[3]
1990 Dave Koz 129
1993 Lucky Man 176 —
1996 Off the Beaten Path 182 —
Live in Trinidad _ —
1997 December Makes Me Feel This Way —
1999 The Dance [A] 190 3
2001 A Smooth Jazz Christmas [B] 140 3
2002 Golden Slumbers: A Father’s Lullaby — —
2003 Saxophonic (2003) — 2
2005 Golden Slumbers: A Father’s Love — —
2007 At the Movies 8 2
Memories of a Winter’s Night — 7
2008 Greatest Hits 184 3
2010 Hello Tomorrow 104 1
(gak ngerti cara ngopy yg bener^^)
And then……continue to listen ^^

“Suara, nyanyian, musik, gunung, pantai, langit, padang pasir, laut yang membuat mereka indah sesungguhnya hal yang tidak kelihatan. Matahari juga tak bisa ditatap langsung oleh mata, tetapi yang membuatnya indah bukan hal yang bisa ditatap langsung oleh mata kan? Selalu ada sesuatu. Sesuatu yang misterius tetapi sangat bermakna. Itulah yang harus kau temukan… Keindahan bukanlah yang kau dengar atau lihat. Keindahan adalah yang kau rasakan. Jauh sampai ke dalam hati.” -Fahd Djibran, Rahim: Sebuah Dongeng Kehidupan-

Room
22.02
jazzy your life

Ujian yang Mendewasakan

Satu hari, pernah saya mendapat satu nasehat sederhana dari seorang pemateri yang juga seorang dokter. Katanya, hidup adalah rangkaian masalah yang tak akan ada habisnya hingga kita meninggal nanti. Beliau misalnya, adalah dokter yang diawal masuk jurusan kedokteran harus melalui ujian masuk doketr yang luar biasa sulit. Saat kemudian diterima, menjalani hari-hari untuk belajar kedokteran juga bukan hal yang mudah, begitu pula saat akan lulus, akan menjadi dokter, bahkan saat telah menjadi dokter pun tak terlepas dari kesulitan. Maka kata beliau, hidup adalah menjalani satu permasalahan, menyelesaikannya dan menyambut permasalahan lain. Dan hal ini, begitu terpatri dalam memori otak saya sehingga saya berikan suatu ungkapan bahwa, ujian adalah suatu keniscayaan.

Tentang ujian ini, entah itu ujian pekerjaan, ujian sekolah, ataupun ujian hidup, semuanya boleh kita katakan sebagai ujian kehidupan. Untuk satu kata ini,Allah sendiri telah menggariskan dalam firmanNya di Surat Al Ankabut ayat 29 yang seringakali kita dengar bunyinya

Apakah Manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja)mengatakan : “Kami telah beriman sedang mereka tidak diuji lagi?”

Dan jelaslah pula, bahwa manusia hidup tak pernah lepas dari ujian, permasalahan atau segala yang mungkin membuat kita terasa berat menjalani hari-hari. Karena salah satu hakekat tercipatanya manusia adalah sebagai makhluk yang mukallaf atau terbebani. Maka, beban hidup itu juga keniscayaan pula. Hanya besarnya, kapasitasnya tentu ditentukan oleh kemampuan manusia menanggungnya.

Tersebab segala yang hidup itu pasti mendapat beban terutama manusia, lantas apa yang kemudian menjadi pembeda. Adalah perbuatan yang jelas menjadi pembeda, namun dalam hal ini sikaplah yang paling menentukan. Sikap manusia mengahadapai ujian itu. Ada yang santai tapi juga ada yang lebai. Padahal Rasulullah mencontohkan untuk bersikap pertengahan, tidak santai tapi juga tidak lebai, tenang tapi juga tidak gamang, optimal namun tidka berlebihan, serius-fokus-fleksibel dalam bahasa saya (sambil berbicara dengan cermin:)

Dari situlah saya mulai merenung dan berpikir tentang bagaimana seharusnya seorang muslim mengahadapi ujian walaupun sebenarnya sudah ada contonya dari Rasulullah. Bahwa seharusnya ujian yang dihadapi seorang muslim haruslah membuatnya bertambah dewasa. Karena salah satu indikator dari dewasa adalah bijaksana. Ini kemudian dinamakan ujian yang mendewasakan. Ujian yang membuat kita menjadi orang yang berpikir, bijaksana dan lebih penting dekat terhadap tuhannya, seberat apapun itu. Karena biasanya semakin berat ujian, semakin dekat dengan tuhan, tapi tak semuanya semakin bijak dan dewasa.

Inilah yang mungkin kita dapati misalkan dari fenomena menjelang ujian nasional atau ujian-ujian yang lain. Ujian hanya dianggap sebagai satu fase harus dilalui saja tanpa ada pembelajaran darinya. Oleh karenanya banyak sikap-sikap yang tak dewasa dalam mengghadapinya. Dan kemudian, pikiran dalam diri menari-nari, menyusuri lorong-lorong kilas balik. Mengahadapi permaslahan pertemanan, tidak punya uang, ujian sekolah, ujian perasaan saat kecil hingga besar, semuanya tak pernah saya anggap sia-sia. Sebab dari satu ujian yang mampu kita hadapi, tuhan menjanjikan naiknya derjat kita, dan yang paling penting adalah pembelajaran untuk ujian berikutnya.

Hikmah adalah harta orang muslim yang hilang. Dimanapun dia kau temukan, ambillah dia. Sekalipun dalam ujian yang seakan-akan kau tak kan berhasil menemuinya

Belajar untuk dewasa
Room,24.4.12
with all the sound of Ballad

Halawatul Iman (Manisnya Iman)

Jika kita ditanya tentang bagaimana seseorang dapat merasakan manisnya iman,mungkin akan ada banyak jawabannya. Namun ada jawaban inti dari sebuah pertanyaan besar ini. Seseorang akan merasakan manisnya iman bermula manakala di dalam hatinya terdapat rasa cinta yang mendalam kepada Allah dan RasulNya. Manisnya rasa dari iman diawali oleh rasa cinta kepada Allah (Al Mahabbatu lillah) dan cintanya kepada RasulNya (Al Mahabbatu lirrasul).

Dari sinilah kita tahu bahwa segala hal dalam hidup terlebih dahulu diawali dengan cinta. Dan salah satu bagian iman ternyata juga adalah cinta. Manisnya iman ini akan lebih terasa bila rasa cinta tersebut dikembangkan menjadi tiga hal yaitu :
1. Takmiluha atau senantiasa berusaha menyempurnakan cintatanya kepada Allah.
2. Tafri’uha tau mengembangkan rasa cinta dengan melakukan amalan-amalan yang dicintai Allah swt.
3. Daf’u Dhidihaa atau melawan hal-hal yang bertentangan dengan kecintaan Allah swt.

Ketiga pengembangan itulah yang melahirkan suatu sikap bernama prioritas kepada Allah dan rasulNya. Dan prioritas ini adalah jalan lahirnya perasaan ridha terhadap Allah, agama dan RasulNya. Dari sini saya ingat suatu tagline khusus satu episode majalah Tarbawi yaitu Jangan Pernah Lelah Belajar Rela Kepada Allah.

Lantas apa yang kemudian dirasakan oleh seseorang bila ia telah ridha terhadap Allah, agama dan RasulNya?
Pertama ia akan merasakan lezatnya ketaatan kepada Allah swt (Istildzadz at-Thaa’ah) dalam aktivitas ibadah dan muamalahnya. Hal ini dicontohkan dengan perilaku perempuan Muhajirin dan Anshar saat menerima perintah untuk berjilbab. Dengan segera mereka memotong kain-kain mereka lalu menjadikannya sebagai penutup kepala.

Kedua, yang dirasakan lezatnya menghadapi berbagai kesulitan dan kesusahan (Istildzadz al-masyqat). Berbagai kelelahan, keletihan dan hal-hal yang menyakiti perasaannya akibat celaan orang akan dapat dihadapi dengan ketegaran manakala semuanya dilandasi keridhoan kepada Allah. Menerima kenyataan pahit bahwa

Hal ini dicontohkan oleh Rasulullah saw saat menerima kenyataan pahit berupa penolakan dan penentanga terhadap dakwahnya. Namun beliau bersabar dan belapang dada sehingga ketika malaikat penjaga gunung menawarkan dua bukit di Thaif untuk ditimpakan kepada mereka. Yang kemudian menjadi jawaban Nabi adalah “Tetapi aku berharap semoga Allah mengeluarkan dari tulang rusuk mereka kelak orang-orang (generasi) yang beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannyadengan sesuatu apapun.”

*tempat dan tanggal tersamarkan:)*

Deep Forest

I’m sure that the heart I left behind
Still lies hidden in the heart of the deep, deep forest.

Exhausted, without the strength to search,
People vanish into the infinite darkness.

If it’s so small, I wonder
If I can see it even now?

As we live on,
We lose a little bit more.
Shrouded in falsehoods and lies,
We stand frozen to the spot, unable to cry out.

The days pass by and change,
Without us even realizing how blue the sky really is.

Overcoming that made-up scheme, we live the present,
And our rusted hearts begin to beat again.

If we can find the rhythm of time,
We can fly once again.

We live our lives,
Wandering to the ends of the earth.
Believing in You, now I begin my journey with You,
In search of the light.

As we live on,
We lose a little bit more.
Shrouded in falsehoods and lies,
We stand frozen to the spot, unable to cry out.

We live our lives,
Wandering to the ends of the earth.
Closing off the way back,
We walk on for eternity.

We live our lives standing frozen to the spot,
Unable to cry out, for eternity.

41012
translation of Fukai Mori
By Do As Infinity

Turki, Islam dan Erdogan

Jika kita pernah mendengar kisah kepemimpinan Islam, ada satu kisah di masa tahun yang tak terlalu jauh dari saat ini kita berada namun tak sering mendapatkan perhatian kita. Keruntuhan kekhalifahan Turki Utsmani pada tahun 1924 telah menjadi titik awal kemunduran, kedzaliman dan penjajahan besar-besaran terhadap Islam dan para pemeluknya dan 89 tahun setelahnya -mudah-mudahan-menjadi titik balik kebangkitannya.

Saya menggunakan analogi sederhana tentang hal ini, untuk menunjukkan betapa tanda-tanda yang ada telah menunjukkan satu hal, bahwa Masa Depan Dunia,ada di Tangan Islam. 28 Rajab 1342H kekhalifahan Turki sebagai benteng terakhir kekuatan Islam runtuh, namun pada pemilu Turki yang bertepatan dengan bulan Rajab 1432 H ternyata Islam diijinkan pula menang melalui sebuah partai Islam bernama Adalet ve Kalkina Partij (AKP) dengan pemimpinnya bernama Erdogan. Maka setelahnya, tidak ada lagi yang muncul dari dunia Islam selain gelombang optimisme dan harapan. Menggenggam masa depan dunia dengan Islam, maka disini saya tulis sedikit tentang Turki dan Erdogan.

Turki, selama ratusan tahun lamanya, tepatnya setelah penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al Fatih 1453 menjadi pusat kepemimpinan umat Islam. Dari pintu Konstantinopel inilah, jalan Islam terbentang di wilayah Eropa hingga menguasai 2/3 wilayah dunia. Namun peradaban yang dibangun selama ratusan tahun tersebut kemudian runtuh di tangan seorang Muslim yang tunduk pada kekuasaan barat. Hancurnya kekhalifahan Ottoman dan munculnya kekuasaan barat di penjuru dunia inilah yang kemudian menambah kegelisahan Hasan Al Banna sehingga melahirkan satu gerakan Islam terbesar di dunia bernama Ikhwanul Muslimin.

Kita tak akan berlama-lama membahas bagaimana kekuasaan pada saat itu muncul hingga memunculkan negara-negara Islam yang saling bertengkar satu sama lain hingga kini, namun yang lebih penting, bagaimana bukti nyata dari sebuah bangsa diberikan Allah pada kita sebagai bentuk optimisme perjuangan.

Selama lebih dari 80 tahun berada di bawah aturan sekuler, ternyata Turki tak pernah benar-benar melupakan dan meninggalkan Islam. Mereka yang masih konsisten berpegan teguh pada ISlam di tengah aturan negara yang berlepas dari aturan agama,pelarangan adzan, pelarangan jilbab, pengahapusan adzan,kalender Islam sekaligus hari rayanya serta memutus akar munculnya generasi Islam di masa depan. Dan kesabaran, tak pernah meninggalkan suatu kesia-siaan.

Tahun 70an kelompok Islamis muncul menjadi musuh utama sekulerisme. Ditandai dengan munculnya seorang negarawan bernama Necmetin Erbakan yang kala itu berusaha melawan sekulerisme di tahun 1997. Orang inilah, yang menjadi cikal bakal munculnya sosok Recep Tayyib Erdogan. Erbakan adalah mentor Erdogan dalam masalah kepemimpinan dan Islam,tapi jalan yang mereka ambil berbeda. Erbakan memilih jalur perlawanan secara tegas, sedangkan Erdogan lebih memilih cara yang halus. Mereka serupa tapi tak sama. Tak ada yang salah dan mereka benar sesuai jamannya.

Kemudian apa sebenarnya yang dilakukan oleh Erdogan? Sebelumnya orang turki sendiri tak menyadari bahwa beliau adalah seorang aktivis muslim yang konsisten dengan kemuslimannya. Orang menghargai Erdogan lebih dari seorang muslim saja, namun lebih dari itu adalah orang yang mampu merevitalisasi Istanbul, merepakan prinsip-prinsip demokrasi, memperbaiki pertumbuhan ekonomi dan kebijakan luar negeri yang luar biasa percaya diri.

Kepemimpinannya diisi oleh orang-orang yang profesional, ahli sekaligus konsisten. Dr.Ahmet Davutaglu, salah satunya. Mentri luar negeri yang berhasil menelorkan kebijakan-kebijakan strategis seperti mengunjungi negara-negara Arab yang di dalamnya terjadi revolusi, menyuarakan kebebasan Palestina dengan berkali-kali mendukung pengiriman kapal bantuan kemanusiaan, menjawab ancaman Israel dan melakukan pendekatan strategis dengan Jerman agar mampu menembus Uni Eropa.

Di dalam negeri sendiri tak sedikit yang dilakukan oleh Erdogan dalam menjawab tantangan sekularisme. Partainya berhasil memenangkan keputusan penghapusan pelarangan jilbab di tempat umum bahkan sekolah atau universitas. Bahkan di suatu acara wisuda Erdogan perrnah mengatakan dalam pidatonya “Kita ingin membesarkan para pemuda yang mencintai agamanya”. Sesuatu yang mungkin tidak keluar dari sorang pemimpin negeri muslim justru keluar dari pemimpin negara sekular.

AKP dan Erdogan adalah Islam, terlepas dari pencitraan yang sama sekali tak membawa simbol keagamaan. AKP dan Erdogan adalah Islam, terlepas dari kebijakan moderatnya. AKP dan Erdogan adalah Islam dan mereka berusaha mewujudakan satu cita-cita Islam dengan cara yang lebih beradab dan diterima, masa depan di tangan Islam.

Rumah.3.4.12
Source:suaranews,thewhitepath.com,globalmuslim.co.id,dinarulfi.wordpress.com

#Naturally Beauty Skin Remedial : Facial Wash dengan Quaker Oats

Beberapa hari kemaren saya banyak berinteraksi dengan teman yang saya bilang orangnya asyik banget”. Kita nggak sering bersama, tapi sekalinya bersama, pembicaraannya pasti baru dan bermutu. Dari hal-hal kecil aja, bukan sesuatu yang berat-berat. Misal cara bikin rumah, cara bersihin mobil, tren korea (karena kebetulan dia haliuers sejati) sampek ke perihal kecantikan yang dipadu sengan kesehatan (kayak iklan aja yaaa:)).

Salah satu yang saya ingat waktu itu adalah cara dia membersihkan wajah, ato kita pake bahasa kerennya disini facial wash aja ya. Jadi dia mencuci mukanya dengan snack gandum (pertama kali tau,bilangnya ada-ada juga ni anak). Tau kan jenis meal snack yang namanya Quaker Oats??Beli di supermaket ada banyak katanya. Nah, ternyata oatmeal ini memang efektif dipake sebagai facial wash.

Letak efektifitasnya dimana, saya sempet browsing sana-sini, akhirnya ketemu dah videonya, cekidot di bawah aja ya nanti :
1. Yang pertama ternyata Oatmeal itu jenis skin cleanser alami yang efektif mengurangi kemerah-mearahan pada wajah,kekeringan serta iritasi.
2. Yang kedua dia termasuk Anti inflamasi. Bahasa sederhananya, anti rasa sakit ato anti pembengakakan. (mudah2an bener,hehe)
3. Selanjutnya,oats ternyata bisa menenangkan bagi yang merasa gatal di bagian kulit wajah.
4. Menyerap dan menghilangkan kotoran dan ketidakmurnian pada kulit.
5. Mengelupas kulit sehingga kulit tampak lebih cerah.
6. Memiliki antioksidan yang tinggi dan melindungi kulit dari radikal bebas (yang ini assslliii kayak dialog ngiklan ^^v).

Trus cara pakenya juga sederhana, mudah tapi agak ribet juga sih. pertama ambil segenggam oats,lalu basahi dengan air hangat. Peras sari2nya, usapkan di wajah. Lalu oatsnya juga diusap-usap ke wajah. Setelah itu bilas deh dengan air biasa.

Teman saya bilang, kalo bisa pake Quaker oats, karena oatsnya produk ini asli.

Sila yang ingin ngerti tutorialnya buka link ini http://www.youtube.com/watch?v=7e5_RVBwNjE

632012
sesekali ngomongin perawatan tubuh yaaa^^

Diet Berita

Berita itu makanan bagi jiwa. Dan sebagaimana tubuh yang telah penuh oleh makanan, sesekali kita pun perlu berpuasa utntuk menyehatkannya. Maka salah satu cara menyehatkan jiwa adalah dengan melakukan diet berita.

Kata pertama saya temukan dari tweet Bang Erbe Sentanu berhastag #dietberita yang akhirnya saya retweet di timeline saya. Sekali lagi, ini tiba-tiba mengisnpirasi dan menambah khasanah pemikiran saya terkait persoalan “informasi”. Kenapa kemudian saya beri tanda petik?sebab,selama ini ternyata keberadaannya menjadi satu hal paling penting dalam menghadapi berbagai macam peristiwa dalam hidup kita/ Dan seperti racun yang kita tuang dalam susu, keberadaannya bisa dengan cepat mengkontaminasi pikiran-pikiran kita.

Dan begitulah yang saya alami akhir-akhir ini. Keberadaan social media yang beberapanya aktif saya ikuti, dulunya begitu saya sangat berguna terlepas dari adanya pro dan kontra atas dampak negatifnya. As always, saya cuek akan dampak negatif itu. Saya sering kali berpikir, bahwa saya telah dewasa dan mampu membatasi diri sampai sejauh mana hal ini bermanfaat dan batasan ketidakbaikan macam apa yang harus saya hindari.

Selama lebih dari tiga tahunan, facebook telah menjadi bentuk social media yang paling fenomenal untuk saya pribadi. Jika dulu saat musim Friendster saya menganggapnya biasa saja, tapi saat facebook ada, saya merasa produk ini telas “mengadiktif” saya akan informasi. Well,informasinya bukanlah informasi yang muluk-muluk bahkan tak terlalu penting, seperti informasi kondisi dan keberadaan teman-teman saya. Di luar dampak negatifnya, saya ingat bahwa hal tersebut dulu turut memberikan manfaat dalam menunaikan tugas-tugas saya mengelola “manusia” di kampus.

Semoga masih dalam sikap dewasa, ada hal lain yang pada setahun ini saya temukan sesuatu yang kurang berkenan di hati saya tentang facebook ini. Entah perasaan saya, seringkali dengan adanya pertanyaan “apa yang sedang anda pikirkan?”, saya dan teman-teman facebook saya lebih mudah menjadi orang yang mengalirkan apa yang terlintas di otak, apa yang sedang terjadi saat itu, apa yang kita inginkan, di ruang publik. Hingga sampailah saya pada kesimpulan bahwa kini, facebook berisi dua hal, pertama keluh kesah, kedua adalah kebersyukuran yang berlebihan yang mungkin mendekati riya’. Untuk yang terakhir ini, semoga saya salah.

Pada twitter pun saya banyak temukan, para akun-akun terkenal yang seolah-olah membahasa kejadian, peristiwa, informasi berkaitan dengan negara yang sedang terjadi kenyataannya justru membuat fitnah-fitnah baru yang minim solusi. Untuk twitter, saya rasa saya akan mengunfollow saja akun-akun tersebut.

Begitulah kenyataannya, selama ini kita (terutama saya pribadi) baru menyadari betapa banyak hal tidak baik memenuhi ruang-ruang pikiran kita yang bersembunyi di balik tubuh “informasi”. Itulah mungkin yang membuat kita menjadi jiwa-jiwa yang kerdil, karena bukannya terbangun di tiap-tiap menitnya melainkan dipenuhi oleh gelebmbung-gelembung informasi yang jauh dari kata solusi.

Itulah kenapa, saya merasa perlu ada ikhtiar yang harus kita lakukan untuk membangun jiwa-jiwa kita kembali. Seperti yang dihastag oleh bang Erbe Sentanu, saya menamakannya diet berita atau diet informasi. Tak semua informasi kemudian saya ikuti dan tak semua berita akan juga saya simak. Begitu pula dengan aktivitas social media, akan juga saya niatkan dan ikhtiarkan untuk tak turut pula menambah jajaran orang yang berkelu kesah atas kehidupan atau riya’ atas capaian. Seperti makan, maka “memakan” berita juga agaknya perlu dibatasi suapaya tidak kegemukan. Supaya tidak menjadi jiwa yang semakin kerdil menghadapi dunia.

Optimisme itu kadang dibangun dengan ketidaktahuan
04.03.12
rumah baik

Akan Kutulis Cerita Tentang Muhammad

Saya barusan beli buku. Buku sederhana, ditulis dengan sederhana, dan dicetak dengan sederhana. Karangan dari seorang teman yang , judulnya Jadi Ikhwan Jangan Cengeng. Tapi bukan masalah judulnya yang kemudian terpatri di otak saya, tapi tentang salah satu artikel di dalamnya. Hanya mengutip saja tentang apa yang kemudian membuat saya berpikir, merenung dan tiba-tiba memaki diri sendiri. Hfuuhhh…

Di salah satu artikel berjudul Cintai Makhluk Kecil di Luar Sana, Maula (pengarang.red) menulis salah satu kutipan pernyataan Gandhi :

Pernah saya bertanya-tanya, siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia? Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada dan pengikutnya, tekadnya , keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tiugasnya. Semua ini (dan bukan pedang) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.

Dan saya pun juga sedih wahai Gandhi, sebab banyak cerita tentangnya yang belum saya tafakuri, kami tafakuri, umatnya sendiri. Maka pernyataan Gandhi, benar-benar menjadi cambuk hati untuk saya pribadi.

Kenapa kemudian kita bilang mencintainya, jika cerita tentangnya saja kita tak pernah tuntas? Kenapa kita bilang meneladaninya, padahal seperti apa bentuk keteladanannya kita tak pernah benar-benar mendalami? kenapa kita bilang mengidolakannya, jika segala sisi kehidupannya saja kita tak pernah benar-benar menekuni.

Setelah mengingat bagaimana Gandhi telah menamatkan biografi Muhammad, saya jadi tertantang kembali untuk mempelajari lagi riwayat manusia suci yang di masa depan -mudah2an- beliau menolong perhitungan amal saya. Maka,aku bersyukur menyukai sastra, karena novel tentang Muhammad karya Tasaro membuka banyak wawasan saya tentang kisah zaman itu.

Dan karena ingatan saya terbatas, saya bertekat seperti judul tulisan ini, Akan kutulis disini cerita tentang Muhammad

02.03
Jum’at Mubarak^^

Bila Kita Suka, Biarkan Tuhan yang Menilainya

Di ruang pribadi ini, jarang sekali kutulis episode-episode bahagia nan membahana tentang hari-hari penuh cinta. Memang seringkali, inspirasi lebih menepi ketika sedang ada mendung di hati. Maka tulisan pun lebih banyak berbentuk pencarian energi yang membuahkan kekuatan mengahdapai kesedihan. Sekarang biarlah kutulis tentang suka, rasa dimana seringkali kita mungkin melupakanNya. Biar menjadi kenangan dalam ingatan, bahwa saat suka pun, kita mengingatNya.

Suatu hari dalam sejarah cerita, aku berjalan sendiri di pinggir jalan kota besar. Panasnya, gerahnya, baunya, mengingatkan ku pada sebuah cerita di dalam kitab suci, tentang bagaimana Hajar waktu itu tertinggal sendiri d bukit yang tak menyediakan banyak harapan untuk tetap bertahan. Jikalau mungkin ada gubuk di sekitaran padang tandus itu, mungkin ia aku memasukinya dan menangis sekencang-kencangnya, sewaktu suami yang dicintainya sepenuh jiwa harus meninggalkan dirinya dan bayinya sendirian disaja di bukit maha tandus. Tapi yang dilakukannya bukan itu. Yang dilakukannya adalah perkara hebat tiada tara!

Hajar yang tak lagi mampu menyusui putranya yang haus, berlarian di antara dua bukit untuk mencari setetes air penghidupan. Dan yang ia temukan hanyalah fatamorgana, tak lebih tak kurang. Bukankah fatamorganapun seringkali menyakitkan bagi sebagian besar logika orang awam??

Dengan fatamorgana itulah ia terus berharap. Dengan fatamorgana itulah ia terus bergerak. Karena walaupun menyakitkan, fatamorgana juga mampu membuat seseorang menjadi penuh pengharapan. Ia lihat di bukit nun jau ada ir, maka ia berlari. Dan ketika tidak ditemui, ia cari ke tempat yang lain. Senantiasa berusaha.

Dan pada titik kemampuannya, Tuhan ternyata lebih tahu. Tuhan tau tapi menunggu. Mata air itu justru keluar dari bawah mata kaki anaknya. Air jernih tiada terkira, yang ternyata mampu memberi kebermanfaatan jauh di masa semenjak ia hidup. Pada titik inilah, sukanya kemudian menjadi berkah.

Untuk Dinar, biarkan kemudian cerita Hajar ini terpatri di lorong-lorong neutron. Sehingga di setiap sisi kegagalan dalam hidup, kita pun akan tetap bangkit. Hingga tuhan, berkenan membayar lelah kita, hingga muncul perasaan suka di hati kita. Jadikan kesukaan itu menjadi satu bentuk kebermanfaatan yang lain.

Maka bila kita suka, biarlah tuhan yang menilainya.

24.2.12
13.46
tiba2 teringat salah satu ibu hebat di dunia, Ibunda Siti Hajar, dan ibuku sendriri:)
Gang atap, depok

Jika Aku Takut, Tak Ada Lagi yang Lain Selain Mengembalikan Segalanya PadaMu

Menjdi takut, pasti adalah hal yang tak pernah kita ingini. Kita selalu ingin berani dengan berbagai dalih motivasi. Apapun itu, adalah hal yang mustahil untuk tidak menjadi takut sama sekali.

Aku pernah mendengar, bagaimana Tuhan menyuruh kita untuk berlaku diantara dua hal, yaitu harap dan cemas. Bgiku, harap itulah yang menumbuhkn satu motif keberanian, dan cemas itulah penimbul rasa takut. Jika Tuhan telah menggariskan pada manusia untuk merasai kedua hal tersebut, maka adalah sebuah kemestian bagi kita untuk menjadi berani semntara kita pun juga mesti untuk takut.

Baru kusadari kini, pada banyak hal aku pun takut. Bukan takut yang dibuat-buat, tapi perasaan cemas yang terkadang mampu melumpuhkan daya tahan. Dan baru kusadari pula, semua ini tentang hal yang belum kuketahui semuanya bernama Masa Depan.

Aku mendapati kita -diriku dan orang-orang di sampingku- berusaha mengeja huruf demi huruf kehidupan yang kita jalani. Dan tak jarang, harapan-harapan tersebut rapuh tersebab kecemasan yang cenderung mencekam. Adakah yang salah disini, hingga seringkali ketakutan ini membuyarkan mimpi-mimpi?

Dinar, aku coba mengulang kembali episode-episode pembuktian mimpi. Kudapati banyak diantaranya yang terhenti. Entah sudah tercapai entah pergi melambai. Dan untuk mereka yang pergi, aku sering membersamainy dengan ketakutan.

Tak ada yang salah dengan harapan. Karena bukankah memang hidup berawal dari harapan? Lalu aku mengeja harapan-harapan yang perlahan sirna. Banyak kegagalan datang. Dan oleh karenanya aku mendapati jalan yang berlawanan. Demikianlah, rupanya kadang-kadang takdir kita sebagai manusia memang mengharuskan kita hidup di wilayah yang mendua, ambigu, bahkan paradoks. Tapi kita harus menikmatinya (Fahd Djibran).

Tuhan, aku mencoba, memadukan antara harapan dan ketakutan menjadi sebuah jalan untuk menujuMu. Kau janjikan manusia dengan harapan, maka engkau pulalah yang menjawab segala ketakutannya. Karena betpa sesungguhnya begitu lemahnya kita jikalau sendirian.

Disini aku teringat oleh sebuah ungkapan dari seorang bernama Hasan Al Banna :

” Aku tidak takut jika seluruh dunia melawan kalian. Yang kutakutkan hanya jika kalian lupa pada Allah sehingga Allah melupakan kalian sehingga menyerahakan urusan kalian pada diri kalian sendiri”

Betapa baiknya engkau Tuhan. Bahkan ketakutan pun berbuah berkah jika pada akhirnya hanya kepadmu kami berserah?? Harapanpun akan menjadi juga akan menjadi rumpun kesyukuran. Maka pada ketakutanku kali ini pun, tak ada lagi yang lain selain mengembalikan segalanya padaMu.

Esok kusongsong hari penuh harapan, agar setiap ketakutan tak akan melemahkan kekuatan. Sebab cintaMu, pertolonganMu, tak pernah jauh dariku. Maka kemudian aku paham, mengapa harus kusandarkan segala urusan pada pertengahan harap dan cemas, agar segalanya pada akhirnya bermuara padaMu.

“Sesungguhnya segala yang dari Allah akan kembali pad Allah”

Malam hari dipenuhi takut yang menyesak hati
Mulai belajar lagi
Masa depan tetap harus diraih
Selama bunga masih mekar
Selama nafas masih berhembus
Dan selama tuhan masih memberi hidup
Ditemani Silver Queen dari sahabat
aku mencoba menguatkan tekat
19.2.12 (seseorang lahir di tanggal ini)
23.14

Post Navigation

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 174 pengikut lainnya.