Judul ini, tulisan ini, kali ini ku tulis dengan rasa nyilu yang luar biasa. Nyilu di hati hingga berbuah ketakutan dan air mata. Tentang Jakarta, ibu kota negara kita tercinta, tentang hati manusia, tentang perempuan dan tentang cita-cita. Semuanya tiba-tiba bercampur menjadi satu di kepala, dan -entah kenapa- juga membuahkan butiran air mata.
Malam ini, ku sempatkan untuk melihat kabar Indonesia dengan lebih cermat dari biasanya. Dan begitulah, yang ku hadapi headline media-media di Indonesia tengah membahas mengenai dua peristiwa yang terjadi di Jakarta, pertama adalah kecelakaan yang menewaskan 9 orang sekaligus, dan kedua adalah kasus pemerkosaan perempuan di dalam angkutan umum. Dua-duanya, membuat saya nelangsa, sempurna!!!
Terlebih setelah mengcopas status dari teman yang juga mencopas status mili Leny Meylani berikut :
“becarefull buat temen2ku yang suka lembur n plg malem yaa.. *makin banyak orang yang gak warass..jaman sekarang* Hati2 sama supir angkot M16, adikku hampir dibawa kabur/diculik tadi! Untungnya الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن ada pengendara motor yg nyelametin. Kejadiannya jam 8 malem. Mulai dari Kalibata sampai daerah Manggarai.Warning buat semuanya… hati2 utk naik angkutan umum!!! Kronologis : adik gw (icha) naik angkot M16 dari pasar minggu, saat itu ði angkot ada penumpang bapak2 1 orang dan ibu2 3org. sebelum lampu merah kalibata 3 org ibu2 itu turun semua. Icha tinggal berdua ði belakang, tiba2 si angkot ngerubah rute waktu icha tanya dia blg beli bensin dulu karena bensinya Uϑªh mαΰ habis. Sesudah itu icha mulai panik dan minta untuk turun, tapi pintu belakang malah ditutup dengan alasan ada polisi(krn dia tdk ikut rute) icha langsung teriak2 minta turun tapi dipegang sama bapak2 penumpang itu! Terus icha berontak dan teriak2 Ъќ>:/ berhenti! Nah ada pengendara motor (sukur ya اَللّهُ ) yg melihat icha teriak2 dan berontak. Dia tabrak mobil angkot itu dan suruh berhenti, tp angkot malah makin ngebut! Kejar2an sampe matraman dari pancoran akhirnya si pengendara motor menyalip dan melempar kaca depan dengan helm nya! Akhirnya berhenti angkotnya dan الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن icha bisa selamat!!! :’( .”
Miris!! Beginikah manusia begitu tidak punya hati?? Beginikah ketika manusia begitu memperturutkan birahi?? Dan bukankah yang seperti itu bukan manusia namanay?? Bahkan, setahuku dalam setiap pelajaran saya mengenai binatang, tak satupun yang ku temui binatang yang mencoba memperkosa binatang lain.
Tak selesai disitu. ketika yang bersangkutan mecoba melaporkan ke polisi, ternyata masih ada lagi kasus lain yang begitu menyayat hati. Seorang permpuan berjilbab, dipukul kepalanya oleh supir angkot hingga pingsan, dan saat sadar, ia telah menemui dirinya berada di pinggir rel kereta api dengan kondisi yang mengenaskan.
Cerita lain tentang Jakarta adalah kecelakanaan yang merenggut nyawa sembilan orang sekaligus. Keempat diantaranya adalah satu keluarga. Meninggalnya mereka jelas takdir bahwa waktu untuk ada di dunia ini memang telah habis. Tapi yang juga membuat miris sempurna adalah kecelakaan ini teerjadi akibat sebuah mobil xenia dikendarai dengan kecepatan 100 km/jam oleh sopir perempuan yang baru selesai melakukan pesta minuman keras dan narkoba. Kali ini, untuk pihak penabrak, aku jengkel luar biasa. Apalagi ketika tahu tidak adanya rasa penyesalan saat diliput media. Aku kira, siapapun yang menyaksikan juga pasti akan jengkel.
Kembali lagi pada kasus Icha di atas, kemudian pikiranku benar-benar terusik. Saya adalah pengguna jasa angkutan umum. Dan aku terbiasa melakukan segala sesuatu secara mandiri atau boleh dibilang, sendiri (selama aku bisa melakukannya). Namun apa yang dialami Icha, membuat satu pukulan tersendiri untuk saya, tentang rasa takut.
Kubangun mimpi-mimpiku di Jakarta, sehingga beberapa hari lagi akan terwujud. Tapi kini tiba-tiba kupikirkan kembali semuaya. Bilamanakah akan kutemukan cinta, di kota yang bahkan mulai kehilangan cintanya?? kenapa Jakarta amat kejam?? Kubayangkan diriku pada posisi yang dialami Icha, mataku sudah mengalirkan air mata dengan sendirinya. Itu baru membayangkan. Dan aku tak membayangkan jika memang benar terjadi. Mungkin butuh kekuatan yang tinggi untuk kembali menata hidup.
Gelisah rasanya dada ini jika memikirkan bagaimanakah lagi jika tidak ada lagi rasa aman untuk perempuan?? Akankah hidup kita seperti perempuan di masa Taliban menguasai Afghanistan??Kala itu, perempuan benar-benar terkekang untuk hanya sekedar beraktivitas di pasar ataupun pekarangan rumah. Lalu aku juga berpikir, harus bagaimana lagikah orang tua yang mempunyai anak perempuan??
Yang kutahu, memanglah lebih baik tinggal di dalam rumah. Tinggal di dalam rumah yang kemudian kuartikan sendiri sebagai konsep hidup mengabdi kepada illahi, di dalam sebuah rumah yang suci. Ini pun kemudian tak menghalangi hak perempuan untuk juga beraktivitas di luar. Asal segala yang dilakukan memang diniatkan semata-mata untuk beribadah.
Ini bukan soal perempuan saja. Tapi tentang hati manusia, yang ternyata juga semakin lama pada diri manusia semakin hilang unsur kesuciannya. Tentang cita-cita pula, yang mungkin tak akan bisa terwujud jika ketakutan ternyata selalu bersemayam di dalam jiwa.
Maka malam ini, aku tafakuri kembali rencana-rencana hidup ini.
Semoga segera kutemukan keberanian lagi, dan segera, tentang kehendak Tuhan terhadapku.
24.01.12
23.39,selasa
malam ini, sempurna!!
Kombinasi berita menyayat hati dan kabar tentang dilema cita-cita
Allah, mohon keberanian…..
