RSS

Film Review: Harmony, Perempuan dalam Penjara

21 Jan

Sesekali mungkin, untuk merefresh agenda blog, akan saya tulis review film yang amat berkesan untuk saya. Kini dari tulisan-tulisan sastra renungan menjadi tulisan resensi film untuk perenungan. Yah, tagalinenya tetap sama, RENUNGAN. Sebagaimana tujuan disini, supaya di masa yang akan datang tetap dapat dibaca sebagai bahan renungan.

Review film kedua setelah Beautiful Mind di blog ini saya ambil dari film produksi negeri ginseng berjudul Harmony. Tiba-tiba saya merasa bahasa saya disini terlalu serius untuk tulisan tentang film. Entahlah, film ini benar-benar membawa perasaan saya. Sebab ada yg berkata, kenapa perempuan menyukai film salah satunya adalah karena perempuan cenderung mengandaikan dirinya ada di dalam film tersebut. Dan bagi saya, film ini memberikan kesan tersendiri tentang cerita perempuan di balik tahanan. Sejujurnya, aneh jika perempuan yang menontonnya tak berlinang airmata :) .

Harmony menceritakan tentang bagaimana perempuan-perempuan hidup di dalam tahanan wanita Korea. Yang perlu ditekankan adalah, (bersyukur) film ini tidak menunjukkan bentuk-bentuk kekerasan. Walau tidak representatif, saya mendukungnya bukan karena saya tidak suka kekerasan, tapi lebih kepada penekanannya adalah pada perihal batiniah masing-masing tokoh. (agak bingung ya bahasanya^^)

Diawali dari tokoh bernama Jong Hyeo yang ditahan pada kondisi hamil dan melahirkan saat menjadi tahanan. Ihwal dia masuk penjara adalah pembelaan dirinya atas kekerasan fisik yang dilakukan suaminya sehingga menyebabkan suaminya terbunuh. Hingga setahun berikutnya, buah hatinya yang dalam film ini diperankan oleh adek cowok yang imut dan lucu, besar dan memberikan harmony tersendiri bagi keberadaan penjara wanita yang tentunya dihantui hari-hari penuh kebosanan.

Cerita kemudian berkembang menjadi cerita tentang anggota dari salah satu kamar di penjara tersebut. Ada profesor musik yang paling tua disitu,masuk penjara karena membunuh suami dan selingkuhannya yang juga teman baiknya sendiri. Ada juga yang terlibat hutang piutang dan yang terakhir adalah seorang gadis muda yang mengalami kekerasan seksual oleh ayah tirinya hingga perlawanannya menyebabkan kematian ayah tirinya tersebut.

Cerita kemudian berkembang menjadi adegan-adegan penuh haru dimana Jong Hyeo berusaha membuat suasana baru bagi penjara wanita tersebut dengan membentuk kelompok paduan suara. Misinya sederhana, ia coba melembutkan hati mereka yang sekian lama ada di penjara dilanda kebosanan. Dan memang adalah sifat dasar perempuan untuk menjadi lembut.

Adegan paling mengharukan bagi saya di film ini antara lain ketika Jong Hyeo harus merelakan anakanya diadopsi oleh orang lain, saat kemudian anak dan ibu saling bertemu setelah empat tahun si anak selalu menolak kunjungan ibunya, anak serta menantu yang berpelukan setelah sekian lamanya anak kandungnya bahkan tak mau menjawab telepon ibunya, dan diakhiri dengan adegan yang mengahrukan pula ketika salah satu dari mereka harus menjalani eksekusi.

Bagi saya, film ini memberikan gambaran sendiri terlebih tentang wanita dan hukum. Hukum kadang terlalu tak adil memposisikan wanita. Ah..ini mungkin bentuk justifikasi yang tak adil juga dari saya. Tapi yang jelas, dari setiap kepedihan yang menyayat jiwanya, perempuan ternyata punya supply kekuatan yang terbatas. Kekuatan ini langsung diberikan tuhan melalui banyak hal seperti anak, cinta seorang ibu, ataupun keluarga. Ini pula yang kemudian saya temukan dari kisah perempuan dalam penjara lain bernama Zainab Al Ghazali.

Ah…menulisnya kembali, mata saya sekan berkaca-kaca lagi. Membayangkan kembali.

Maka, semoga Tuhan juga merahmati, para perempuan-perempuan yang kini terdekam dalam penjara.

A.K.21.01.12
Jadi kuatlah dinar….karena cinta

 

Tentang dinarulfi

corat coret disini...hanya untuk berbagi dengan diriku sendiri.... kadang masa lalu kan terlupa, tanpa kita belajar darinya... kutulis disini...agar aku selalu ingat...bahwa banyak cerita, yang bisa dijadikan penyemangat.... Hiduplah hidup, untuk Sang Maha Hidup
Leave a comment

Posted by pada 21/01/2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 152 pengikut lainnya.