Sebentar lagi kita akan kembali menemui bulan yang selama 11 bulan ini dinanti oleh seluruh muslim di muka bumi ini. Dialah Ramadhan,bulan suci yang Allah telah membukakan pintu rahmatNya yang amat besar di bulan itu. Maka sudah seharusnya kita yang mengaku sebagai muslim mulai dari sekarang mempersiapkan diri, dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan.
Menjadi lebih istemewa lagi karena dalam kalender masehi, ramadahan jatuh di bulan Agustus, bertepatan dengan agenda peringatan kemerdekaan bangsa Indonesia. Maka ada berbagai benang merah antara keduanya yang bisa kita maknai bersama. Dan makna apakah itu yang bisa kita renungkan dan capai bersama ? Makna bahwa dalam kedua bulan ini yang jatuh di waktu yang sama ini, Allah telah menganugrahkan kemenangan bagi umat Islam dan bangsa Indonesia.
Sedikit saja akan kami uraikan bagaimana heroiknya kaum muslimin dalam meraih kemenangan di bulan suci ini. Anugrah Allah yang turun karena kesungguhan dan semangat kemerdekaan.
Perang Badar Al-Kubra terjadi pada tanggal 17 Ramadhan 2 H (Januari 624 M). Menurut Ibnu Hisyam, perang ini merupakan kemenangan pertama yang menentukan kedudukan umat Islam dalam menghadapi kekuatan kemusyrikan dan kebatilan. Padahal kita tahu perang Badar ialah perang terbesar yang pernah dihadapi oleh kaum muslimin dengan jumlah kekuatan yang jauh lebih kecil dari pasukan kafir. Tekat dan iman lah yang menjadi kekuatan mereka.
Perang Tabuk (Ramadhan 9 H) dan datangnya utusan Raja Himyar ke Madinah untuk menyatakan kemasukan Islam, penyebaran Islam ke Yaman di bawah pimpinan Ali bin Abi Thalib (Ramadhan 10 H), kemenangan tentara Islam di Pulau Rhodes (Ramadhan 53 H), pendaratan pasukan Islam di Pantai Andalusia Spanyol (Ramadhan 91 H), dan kemenangan Panglima Thariq bin Zaid atas Raja Frederick dalam Perang Fashillah (Ramadhan 92 H).
10 Ramadhan 8 H (Januari 630 M), terjadi peristiwa penaklukkan Kota Makkah (Futuh Makkah) juga penghancuran berhala-berhala di sekitar Ka’bah di Masjid Haram.
Ramadhan 584 H, Salahuddin Al-Ayyubi, mendapat kemenangan besar. Tentera Islam menguasai daerah-daerah yang sebelumnya dikuasai oleh tentera Salib dan menguasai Benteng Shafad yang kuat. Pada Ramadhan 658 H, Kerajaan Tartar hancur dan pasukannya ditahan di pintu gerbang Mesir di kota ‘Ain Jalut (Tentera Tartar sebelumnya telah menguasai sebagian wilayah Islam)
Sedangkan Indonesia, juga telah mencatatkan sejarah kemenangan dengan dideklarasikannya Proklamasi kemerdekaan RI pada Jumat 17 Agustus 2605 (tahun Jepang). Hari tersebut bertepatan dengan tanggal 9 Ramadan 1365 (fase awal bulan Ramadhan adalah rahmat, alhadist).
Jika kita cermati satu persatu peristiwa-peristiwa di atas, maka kita akan mendapati bahwa kemenangan yang diraih oleh kaum muslimin dan kemenangan yang diraih dengan bangsa Indonesia di bulan Ramadhan bukanlah sesuatu yang didapat karena Allah memberikan berbagai kemudahan fisik pada mereka. Perang Badar yang menjadi perang terbesar hanya diikuti oleh 313 kaum muslim yang melawan hampir tiga kali lipat jumlah pasukan kafir, penaklukan kota Makkah (Futuh Makkah) diraih setelah melakukan berbagai perundingan, pengkhianatan dari pihak kafir dan akhirnya keberanian yang timbul untuk menyelamatkan kota suci tersebut dan proklamasi, bisa tercetus dari bangsa Indonesia setelah 350 tahun berada di bawah penjajahan bangsa asing. Kemenangan itu ada, karena mereka menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan mempunyai semangat yang tinggi untuk menegakkan Islam di dalamnya.
Kini, kita dapat melihat kawan, apakah segala hal yang ada pada pendahulu-pendahulu kita di atas benar-benar telah ada dalam masing-masing diri kita? Dan jika memang jawabannya sudah, apakah kita benar-benar telah meraih kejayaan dan kemenangan-kemenangan atas segala hal yang kita lakukan bagi Islam ini? Hal ini menjadi suatu introspeksi tersendiri bagi masing-masing diri kita, apakah memang benar-benar telah ada rasa keimanan dan kesungguhan serta ketulusan berjuang dalam diri kita dalam melaksanakan segalanya untuk mencapai ridho dari Allah swt.
Namun, Allah, sekali lagi, memberikan rahmatNya di satu bulan ini dan memberikan kesempatan pada kita untuk men-charge kembali semangat juang yang telah banyak terkikis selama 11 bulan ini. Karena momen Ramadhan ini ialah waktu yang tepat. Saatnya kita kembali pada nilai limit untuk membersihkan hati dan kesalahan-kesalahan yang telah lalu. Dan sudah saatnya, untuk kembali meraih kemenangan yang sesungguhnya, kemenangan ketika tekat sudah kembali datang untuk kembali meraih kejayaan bangsa ini.
Sedangkan momen proklamasi, dapat kita maknai dengan merenungkan bahwa sudah saatnya Indonesia kembali pada kemandirian dan kemerdekaan yang sesungguhnya. Kemerdekaan bukan dari penjajahan berbentuk fisik, namun penjajahan dalam berbagai pemikiran. Maka sudah saatnya, dengan memulai dari diri sendiri, kita membuat perubahan. Apalagi setelah terjadi transisi kekuasaan pada pemerintahan Indonesia.
Harapan itu tetaplah ada. Kejayaan bangsa dan umat dimana kita letakkan sebagai harapan tinggi dalam setiap catatan kehidupan kita. Karena Allah pun menjanjikan perubahan, asalakan kita berkemauan. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (Ar Ra’an;11). Dan udah saatnya kita mensyukuri kemerdekaan ini dengan terus melakukan perubahan yang lebih baik bagi bangsa ini. Lets’s get Revivo and It’s time to rebuild our nation.
Allah menganugrahkan Al-Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi Al Hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (QS Al-Baqarah 2:269)
31.07.09
Dinar Ulfi
Divisi Informasi dan Komunikasi,Mosaic FE UA
Sumber:tim isu nasional FSLDK Indonesia